JURNALISHUKUM.COM, JAMBI – Kebocoran bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan terjadi di kawasan Paal Merah, Kota Jambi, pada Senin (15/12/2025).
Peristiwa ini menimbulkan kepanikan dan keresahan warga, setelah bau BBM yang menyengat tercium kuat dan aliran cairan diduga BBM mengarah ke area permukiman warga.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, indikasi kebocoran pertama kali tercium sekitar pukul 12.00 WIB.
Namun kondisi semakin mengkhawatirkan pada sekitar pukul 01.20 WIB, ketika bau BBM semakin pekat hingga membuat warga penasaran dan mendatangi lokasi yang diduga menjadi sumber kebocoran.
“Baunya sangat kuat dan tidak wajar. Kami khawatir kalau ada percikan api, bisa terjadi kebakaran besar,” ujar salah seorang warga kepada insan media.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Lokasi yang diduga sebagai tempat penyimpanan BBM tampak gelap, tertutup, dan tanpa penjagaan.
Tidak terlihat aktivitas operasional maupun petugas keamanan di area tersebut, meski potensi bahaya sangat tinggi.
Di dalam area lokasi, terlihat kendaraan tangki BBM berwarna biru-putih dengan identitas bertuliskan Kerinci Toba Abadi.
Selain itu, terdapat pula beberapa kendaraan tangki BBM lain dengan warna serupa namun menggunakan merek berbeda, yang memunculkan pertanyaan serius terkait aktivitas distribusi dan legalitas operasional di lokasi tersebut.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Petugas Pemadam Kebakaran Kota Jambi bersama aparat penegak hukum mendatangi lokasi kejadian.
Aparat terlihat mengamankan area, membatasi akses warga, serta melakukan langkah-langkah awal untuk mencegah potensi kebakaran dan ledakan.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola lokasi, termasuk perusahaan yang namanya tertera pada kendaraan tangki BBM.
Penyebab kebocoran, status perizinan tempat penyimpanan BBM, serta potensi dampak lingkungan dan kesehatan warga masih belum dijelaskan secara terbuka oleh instansi terkait.
Peristiwa ini memunculkan dugaan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas penyimpanan dan distribusi BBM di kawasan permukiman.
Warga mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi teknis terkait untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk memastikan legalitas operasional dan kepatuhan terhadap standar keselamatan.
Hingga saat ini, kejadian kebocoran BBM tersebut masih dalam penanganan aparat terkait. Media ini akan terus mengawal perkembangan kasus dan menyampaikan informasi terbaru kepada publik. (Tiko)











