Jika Ubah Desain, Apakah Ada Indikasi Korupsi Pada Bangunan Islamic Center Batanghari,? Nah, Baca Info Selengkapnya

- Penulis Berita

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALISHUKUM.COM, BATANGHARI – Pembangunan Islamic Centre Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi yang digadang-gadang sebagai ikon kebanggaan daerah telah berubah menjadi monumen kegagalan tata kelola dan potret buram korupsi struktural.

Alih-alih menjadi pusat peradaban Islam, proyek ini justru menjadi pusat kontroversi setelah investigasi mengungkap modus perubahan desain berulang dan pengabaian regulasi.

Ironisnya, di tengah kegagalan progres dan temuan indikasi kerugian negara, Pemerintah Kabupaten justru berencana menggelontorkan lagi dana fantastis sebesar Rp46 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Janji Manis dan Progres Nihil

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Batang Hari, Ajrisa Windra, pada 5 Februari 2024 dengan optimis mengumumkan proyek ini akan dimulai dan rampung pada 2025. Anggaran perdana sebesar Rp20 miliar dari APBD 2024 digelontorkan, dan PT Tunas Medan Jaya keluar sebagai pemenang tender dengan penawaran Rp19,97 miliar.

Namun, fakta bahwa perusahaan asal Tanjung Pinang ini hanya memiliki modal disetor Rp1 miliar segera memantik pertanyaan besar soal kapasitas dan integritas.

Belakangan terungkap, setelah pembangunan Islamic Centre tahap I selesai dikerjakan tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Batang Hari kembali melanjutkan pembangunan tahap II.

“Sebelumnya untuk pembangunan tahap I dianggarkan sebesar Rp19,7 Miliar. Pembangunan tahap II ini kembali kita anggarkan sebesar Rp21,05 Miliar,” ujar Ajrisa Windra, Rabu (10/09/2025).

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mengkalkulasi total kebutuhan anggaran sekitar Rp120 miliar untuk seluruh item, yang akan dikerjakan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Pembangunan keseluruhan akan menempati lahan seluas kurang lebih 4,6 hektar, mencakup masjid, puja sera, minimarket, dan tempat pertemuan.

Kecurigaan publik pun terbukti. Hingga tenggat kontrak Tahap II yang dikerjakan PT Selaras Restu Abadi dengan durasi 150 hari kalender (berakhir 28 Desember 2025), yang terlihat di lapangan hanyalah hamparan tanah dan puluhan tiang pancang tanpa progres berarti. Target substansial meleset total.

BACA JUGA  Pegi Setiawan Bebas Dalam Putusan PN Bandung

Modus Pinjam Perusahaan dan Inspeksi Mendadak

Gerakan Terpadu Anti Korupsi (Gertak) Jambi pada 12 November 2024 telah mendesak BPK RI Perwakilan Jambi melakukan uji petik. Ketua Gertak Jambi, Abdurrahman Sayuti, S.H., M.H., C.L.A., secara lugas menyatakan dugaan praktik “pinjam bendera perusahaan” dan mark-up harga.

“Anggaran sebesar itu seharusnya menghasilkan progres signifikan. Ini jelas ada dugaan penggelembungan harga dan proyek dikerjakan bukan oleh pemenang tender,” tegasnya.

Desakan itu berujung pada inspeksi mendadak BPK RI pada 27 Februari 2025. Ironisnya, saat tim BPK, Inspektorat, dan rekanan sibuk mengukur tiang pancang, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga Kadis PUTR, Ajrisa Windra, justru tidak hadir dengan alasan bertugas di Jambi.

Hingga pertengahan 2026, empat aspek kegagalan sistemik terkonfirmasi: kegagalan manajemen waktu, pengabaian standar keselamatan konstruksi, temuan potensi kerugian negara oleh BPK, dan transparansi publik yang mati suri.

Suntikan Dana Baru di Tengah Pelanggaran Hukum

Bukannya berbenah dan menyelesaikan masalah hukum, Pemkab Batang Hari melalui Dinas PUPR (sebelumnya PUTR) justru tancap gas mengucurkan dana tambahan. Pada 17 Maret 2026, terungkap total dana segar senilai Rp46 miliar disiapkan untuk tahun anggaran 2026, memecah proyek menjadi dua paket tender :

1. Pembangunan Lanjutan Tahap 3 dengan pagu Rp36 Miliar, dilelang terbuka dan tidak diperuntukkan bagi usaha kecil.
2. Pembangunan Bangunan Penunjang dengan pagu Rp10 Miliar, yang membuka peluang bagi usaha kecil dan koperasi lokal.

Jika diakumulasi dengan anggaran sebelumnya, proyek mangkrak ini akan menyedot total dana publik lebih dari Rp66 miliar.

Fakta Paling Fatal : Proyek Jumbo Tanpa Payung Hukum

Lebih parah lagi, pembangunan dengan skema tahun jamak ini hingga kini belum memiliki payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda). Ketiadaan Perda ini secara langsung melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

BACA JUGA  Jalan Kabupaten di Mersam di Tanamai Batang Ubi dan Keladi Setelah di Rusak Oleh Dinas PUTR

Hal ini menimbulkan tanda tanya serius mengenai legitimasi dan keberlanjutan anggaran proyek di tengah kondisi keuangan daerah yang dikabarkan terpuruk.

Proyek Islamic Centre Batang Hari kini bukan lagi simbol kemajuan, melainkan studi kasus pilu tentang rapuhnya pengawasan dan potensi korupsi yang dibiarkan berlarut-larut.

Tindakan tegas, transparan, dan penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap para pihak, termasuk PPK dan penyedia jasa, adalah satu-satunya jalan untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menyelamatkan uang rakyat dari kebocoran yang lebih besar. (Ist/Red)

 

Berita Terkait

Kejari Nagan Raya Musnahkan Barang Bukti dari 25 Perkara, Sabu Seberat 862,17 Gram Ikut Dimusnahkan
Nah..!!! Akuisisi PT BEI Kepada Bbei Group di Desa Mersam Kembali di Soal dan Aktivitas Perusahaan Ikut di Pertanyakan
Soal Isu Pungutan Bantuan Beras Rp15 Ribu, Gusti : Perlu Dicek Kebenarannya di Lapangan
Ironis! Gaji Tak Kunjung Cair, Mantan Kepala Desa Pilih Lepas Jabatan dan Hijrah ke Kaltim
Seorang Pelaku PETI di Desa Padang Kelapo MSU Meninggal Dunia, Diduga Tertimbun Tanah dan Siapa Camel,?
KPK RI OTT Bupati Langkat, Dugaan Pengadaan Seragam Sekolah di Dinas Pendidikan Tanjabtim Juga Harus di Periksa
Peredaran Sabu di Sridadi Digagalkan, Polisi Amankan Pria dan 17 Paket Narkotika
Jika WTP Bisa Dibeli, Maka 13 Kali WTP Batang Hari Adalah Transaksi Terpanjang

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:15

Operasi Sarang Narkoba, Polda Jambi Amankan 213 Orang dan Sita 2,69 Kg Sabu

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:30

Polda Jambi Gelar Konferensi Pers, Ungkap 32 Kasus PETI Sepanjang Januari–Oktober 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:58

Polres Morowali Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Dengan Modus Pecah Kaca Mobil

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:28

Jajaran Polres, BNN dan Subdenpom XXIII/1-4 Morowali Gelar Patroli KRYD di Sejumlah Penginapan 

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:18

Kapolres Nagan Raya Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Seulawah 2026, Tekankan Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

Sat Reskrim Polres Nagan Raya Amankan Terduga Pelaku Tambang Emas Ilegal,Sejumlah Barang Bukti Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:55

Cegah Pelanggaran dan Perkuat Integritas, Polda Jambi Tekankan Personel Jadi Polisi yang Dicintai Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:01

Respons Cepat, Personel Satbrimob Polda Jambi Padamkan Kebakaran Lahan di Merangin

Berita Terbaru