https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Cerita Rakyat / Hukrim

Minggu, 13 Juli 2025 - 21:51 WIB

Ibu Ami Mengelus Dada: Camat Kresek Hadir untuk Pak Jana, Tapi Buta pada Derita Tetangga Sebelah

JURNALISHUKUM.COM, TANGERANG  – Respons cepat Camat Kresek dan Kapolsek dalam mengunjungi Pak Jana (51), penyandang disabilitas di Desa Kemuning, mendapat sorotan publik. Foto-foto kegiatan bantuan dan senyum di depan kamera tersebar luas, seolah menjadi gambaran kepedulian pemerintah yang menyentuh langsung warga.

Namun, tidak jauh dari lokasi itu—hanya beberapa puluh meter—seorang warga lainnya, Ibu Ami, justru menyaksikan semua itu dengan perasaan bercampur. Ia hanya bisa mengelus dada melihat kenyataan dirinya dan dua anak disabilitas yang ia rawat, seakan luput dari perhatian.

Ibu Ami hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Rumahnya bilik reot, tanpa dapur dan kamar mandi, serta jauh dari sentuhan program bantuan. Meski berada di kampung yang sama, keberadaannya seperti tak terlihat oleh pihak yang berwenang.

Tidak hanya Ibu Ami. Di kampung itu pula, seorang lansia bernama Pak Saram dan istrinya tinggal di rumah yang hampir roboh. Dinding rumahnya lapuk dan bocor di sana-sini. Meski kondisi mereka tak kalah berat, perhatian yang datang belum juga menyentuh tempat tinggal mereka.

Fenomena ini menyisakan pertanyaan mendasar: apakah empati aparat hanya muncul ketika kamera menyala? Apakah bantuan harus menunggu viral dulu baru datang?

Warga seperti Ibu Ami dan Pak Saram tidak membutuhkan sorotan publik, mereka hanya membutuhkan perhatian yang nyata. Keadilan sosial seharusnya tidak bersyarat popularitas. Kepedulian yang sejati lahir dari rasa tanggung jawab, bukan dari momen viral yang selektif.

Semoga ke depan, seluruh pejabat di wilayah ini bisa menyeimbangkan langkah: bukan hanya cepat, tapi juga adil dan merata. Karena tangis warga tak selalu terdengar di media—tapi tetap nyata di setiap bilik kecil mereka yang nyaris roboh. (Sarman)

BACA JUGA  Kepala Desa Simpang Dua Diduga Dobrak dan Sepelekan UU KIP

Share :

Baca Juga

Suasana Rapat Banggar di Gedung DPRD Batanghari, Jumat (7/7) pekan lalu.

Batang Hari

Ada Apa Dengan Ibrahim PDIP Batanghari Soal TPP ASN di Banggar DPRD

Cerita Rakyat

Kepala Desa Simpang Dua Diduga Dobrak dan Sepelekan UU KIP

Cerita Rakyat

Diduga, RSUD Raden Mattaher Jambi Hutang Obat Capai Rp82 Miliar

Hukrim

Diduga Beri Kesaksian Palsu Di PN Tanjabtim, Thawaf Aly Lapor Polisi

Hukrim

Tipikor Polres Bintuni Lakukan Penyelidikan Dugaan Dana Bantuan Hibah Masjid At-Taqwa

Hukrim

Heboh..!!! Warga Bungo Temui Tengkorak Kepala Manusia

Cerita Rakyat

Timdu PKS Tanjabbar Identifikasi Objek Lahan Sawit Sengketa di Desa Terjun Gajah, Simpang Abadi

Hukrim

Polres Tebo Tangkap Pelaku Kasus Narkotika Berinisial WI 
error: Content is protected !!