Diduga PT GBU 2 di Desa Simpang Kubu Kandang Bangun Jalan Tutup Sungai, Ini Pelanggaran Berat,?

- Penulis Berita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALISHUKUM.COM, BATANGHARI – Diduga perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Gemilang Bersama Utama (GBU) 2 di Desa Simpang Kubu Kandang Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi, membangun jalan menuju pabrik menutup sungai. Dimana dengan adanya pembangunan jalan yang menutupi sungai tersebut merupakan pelanggaran berat.

“Benar, disana ada dua sungai yang ditutupi oleh pihak perusahaan dengan membuat jalan dari tepi jalan lintas Sumatera menuju ke pabrik tersebut, ini sangat melanggar aturan,” kata tokoh masyarakat di Desa setempat yang enggan namanya disebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia juga mengatakan, bahwa perusahaan ini merupakan perusahaan besar dan jika melanggar aturan harus di tindak seperti aturan yang berlaku.

“Hal ini melanggar Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) serta peraturan tata air,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahw perusahaan ini terancam sanksi pencabutan izin operasi, denda miliaran rupiah, hingga hukuman pidana.

Dalam Aturan Hukum yang Dilanggar seperti dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 (UU PPLH), mengubah fungsi lingkungan yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, banjir, atau pencemaran adalah tindak pidana.

Dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang menutup atau mengalihfungsikan aliran sungai tanpa izin dan kajian teknis sangat dilarang karena mengganggu kelestarian air dan merugikan masyarakat sekitar.

Bahkan, dalam sanksi yang harus diterima oleh perusahaan, seoerti Sanksi Administratif dalam Paksaan pemerintah berupa pembongkaran jalan, penghentian operasional, hingga pembekuan atau pencabutan izin lingkungan/izin usaha.

Sementara itu, dalam sanksi Perdata, bahwa perusahaan wajib membayar ganti rugi kepada warga terdampak dan melakukan pemulihan fungsi sungai seperti sedia kala swrta dalam sanksi Pidana bahwa pelaku perusakan lingkungan dapat dijerat pidana penjara minimal 3 tahun dan denda hingga miliaran rupiah.

BACA JUGA  Sengketa Media dan Pemkab Batang Hari Masuk Ke Tahap Ajudikasi Ke-4, Begini Info Sidangnya,?

“Mereka sudah mengubah bentuk DAS bang
dan seperti dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia utamanya diatur melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan DAS Dan di lokasi lahan yang diduduki oleh perusahaan itu terlihat alirah sungai dikecil kan dasar DAS dilebarkan,’ tandasnya.

Disamping itu, hingga berita ini disiarkan, pihak perusahaan belum berhasil untuk dimintai keterangan terkait dengan persoalan tersebut. (*)

Editor : Heriyanto

Berita Terkait

Kecelakaan Pengangkutan CPO di Aceh Barat, Tanggung Jawab CV Mestika Jaya Medan Dipertanyakan
Kejari Nagan Raya Musnahkan Barang Bukti dari 25 Perkara, Sabu Seberat 862,17 Gram Ikut Dimusnahkan
Nah..!!! Akuisisi PT BEI Kepada Bbei Group di Desa Mersam Kembali di Soal dan Aktivitas Perusahaan Ikut di Pertanyakan
Soal Isu Pungutan Bantuan Beras Rp15 Ribu, Gusti : Perlu Dicek Kebenarannya di Lapangan
Ironis! Gaji Tak Kunjung Cair, Mantan Kepala Desa Pilih Lepas Jabatan dan Hijrah ke Kaltim
Seorang Pelaku PETI di Desa Padang Kelapo MSU Meninggal Dunia, Diduga Tertimbun Tanah dan Siapa Camel,?
KPK RI OTT Bupati Langkat, Dugaan Pengadaan Seragam Sekolah di Dinas Pendidikan Tanjabtim Juga Harus di Periksa
Peredaran Sabu di Sridadi Digagalkan, Polisi Amankan Pria dan 17 Paket Narkotika

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:46

Kapolda Jambi Ajak Masyarakat Danau Sipin Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas dan Lindungi Generasi Muda

Rabu, 4 November 2026 - 07:06

Kecelakaan Pengangkutan CPO di Aceh Barat, Tanggung Jawab CV Mestika Jaya Medan Dipertanyakan

Selasa, 3 November 2026 - 18:38

Mutasi Polri November 2026, Sejumlah PJU Polda Jambi dan Kapolres Jajaran Berganti

Selasa, 3 November 2026 - 14:29

Polda Jambi Gelar FGD Pelayanan Pengaduan Masyarakat, Perkuat Transparansi dan Profesionalisme Penegakan Hukum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:56

Nazirah Soroti Tantangan Ekonomi Aceh Pasc a-Otsus, Daya Saing UMKM Dinilai Kunci Kemandirian

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:25

Ekonomi Syariah Aceh Jangan Berhenti pada Label, Harus Mampu Menguatkan Rakyat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:15

Operasi Sarang Narkoba, Polda Jambi Amankan 213 Orang dan Sita 2,69 Kg Sabu

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:30

Polda Jambi Gelar Konferensi Pers, Ungkap 32 Kasus PETI Sepanjang Januari–Oktober 2026

Berita Terbaru