Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi, Kadis PUTR Batanghari Tebar Hoax, Terkait Soal Pembangunan Jalan Kabupaten Di Mersam Seorang Anak Laki-Laki Yang Tenggelam Di Sungai Batanghari Semalam Sudah Di Temukan Baru Setahun Di Bangun, Plafon Gedung Puskesmas Luncuk Runtuh Bikin Heboh…!!! Mobil Pejabat Batanghari, Berplat Merah Diduga Isi Minyak Subsidi

Home / Hukrim

Sabtu, 13 April 2024 - 16:41 WIB

Petani Kelapa Sawit di Mersam Kecewa Akan Kepastian Hukum Bagi Pelaku Pencurian

JURNALISHUKUM.COM, BATANGHARI – Para petani kelapa sawit di Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari, Jambi, kecewa akan kepastian hukum bagi pelaku pencurian kelapa sawit. Pasalnya, baru-baru ini salah seorang pelaku pencurian kelapa sawit berinisial Etak ketangkap oleh para petani, lalu di bawa ke Mapolsek Mersam untuk diamankan.

Tamrin, salah seorang petani sawit warga RT05 Kelurahan Kembang Paseban Kecamatan Mersam mengeluhkan akan tindakan pihak kepolisian yang melepaskan pelaku pencurian.

“Pada bulan puasa, seorang pelaku pencurian kelapa sawit bernama Etak di tangkap dan dimanakan oleh para petani di Mapolsek Mersam, semalam dilakukan penahanan dan kemudian di bawa oleh pihak polisi dari Polres Batanghari dan Polsek Mersam ke lahan sawit milik petani dan disitu Etak dimintai keterangan dan lalu dibawa ke Polres Batanghari pada sore itu,” kata Tamrin.

Dia juga mengatakan, waktu ke Polres Batanghari, Camat Mersam, Rinto Saputra juga ikut ngantar pelaku ke Polres Batanghari dan disana Etak kemudian ditahan dan kemungkinan juga dimintai keterangan.

“Beberapa hari Etak ditahan di sel Polres Batanghari, Etak kemudian dibebaskan dengan alasan tindak pidana ringan atau Tipiring, kata pihak kepolisian dan kami sebagai petani kecewa akan kepastian hukum yang seperti ini,” jelasnya.

Bulek, warga Kelurahan Kembang Paseban juga merasa geram akan tindakan hukum yang seperti ini. Dimana, hukuman bagi pelaku pencurian sawit di Kecamatan Mersam seolah-olah diringankan dengan adanya kerugian para petani selama ini.

“Selama ini pelaku pencurian kelapa sawit yang dilakukan oleh pelaku sudah mencapai puluhan tonase dan ini sangat merugikan para petani sawit. Bahkan, para penampung buah curian pun tidak di tangkap, yang mena penampung buah kelapa sawit ini juga merugikan para petani,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemkab Batanghari Lelang Puluhan Kendaraan Eks Dinas

Menurut dia, seorang pelaku yang ditangkap para petani beberapa waktu lalu sudah sangat meresahkan bagi para petani dan pelaku ini sudah sering dilihat oleh para petani melakukan pencurian kelapa sawit.

“Kami berharap hukum itu berlaku adil dan selama ini kami sudah dirugikan oleh pelaku pencurian. Terkait tindak pidana ringan yang dikenakan kepada pelaku sebaiknya disertai dengan kebijakan yang terukur, seperti salah satu contoh epek jera bagi para pelaku dengan di tahan selama satu bulan dan denda minimal 10 juta jika tertangkap sedang melakukan pencurian,” paparnya.

Sementara itu, Camat Mersam, Rinto Saputra menghimbau kepada para petani agar dapat bersatu dalam memantau perkembangan pelaku pencurian kelapa sawit. Jika terdapat ada pelaku pencurian langsung ditangkap dan di bawa ke pihak yang berwajib.

“Saya juga sangat menyayangkan akan kepastian hukum yang seperti ini. Kedepan kami minta kebijakan dari pemilik wewenang, yakni pihak kepolisian menahan pelaku selama satu bulan lamanya dan denda. Sanksi ini merupakan epek jera bagi pelaku dan itu yang kami harapkan,” kata Camat Mersam.

Dia juga berharap kepada pihak kepolisian dapat membantu masyarakat para petani kelapa sawit. Dan sebagai Camat Mersam siap menjadi garda terdepan dalam memberantas pencurian kelapa sawit.

Disamping itu, hingga berita ini disiarkan, pihak penyidik Polres Batanghari belum berhasil untuk dimintai keterangan terkait bebasnya pelaku pencurian kelapa sawit yang baru-baru ini diamankan oleh para petani, lalu di bawa ke Mapolsek Mersam. (Rey)

Jurnalis Hukum : Heriyanto S. H., C. L. A

Share :

Baca Juga

Hukrim

Bangunan Kantor Camat Mersam Batanghari Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Tahun Anggaran 2022

Hukrim

Penyalahgunaan Dana Desa Di Kabupaten Nagan Raya, Kepala Desa Ditahan,?

Hukrim

Nah…!! Istri Mantan Gubernur Jambi Di Tahan KPK RI

Hukrim

Akibat Melintas di Jalan Umum Tanpa Izin Operasi, Delapan Truk Batubara di Tahan Ditlantas Polda Jambi

Hukrim

BNNP Jambi Ringkus Tiga Orang Pelaku Pengedar Sabu dan Ekstasi

Hukrim

Anggota Komisi III DPR RI Kunjungi Kantor Kemenkumham Jambi

Hukrim

Kapolres Nagan Raya Ingatkan Masyarakat Agar Berhati Hati Terhadap Modus Penipuan Mencatut Nama Pejabat Daerah

Hukrim

Dirut PT Jambi Bara Sejahtera (JBS) Di Batanghari Di Polisikan
error: Content is protected !!