Bangunan Puskesmas Tenam Batanghari Diduga Tidak Sesuai Spek, Begini Ceritanya,?

- Penulis Berita

Sabtu, 30 September 2023 - 09:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALISHUKUM.COM, BATANGHARI – Bangunan Puskesmas di Desa Tenam Kecamatan Muarabulian Kabupaten Batanghari, Jambi, yang saat ini masih dalam tahap proses pembangunan diduga tidak sesuai spek. Pasalnya, menurut dari keterangan seorang Kepala Tukang bangunan Puskesmas, Adi mengatakan, bahwa dirinya ragu akan bahan coran yang saat itu dirinya sedang melakukan pengecoran tiang dan pondasi bangunan puskesmas tersebut.

“Ya, saya agak ragu akan kondisi tiang coran dan pondasi bangunan ini, sebab untuk campuran semen dan pasir yang dibuat oleh operator molen tidak tahu memakai K berapa,” kata Adi, di lokasi bangunan Puskesmas Tenam kepada Jurnalishukum.com.

Ketika ditanya, apakah operator molen ITU memiliki sertifikat izin operator (SIO)?, Dia menjelaskan, bahwa untuk operator molen memiliki sertifikat atau tidak, dirinya tidak mengetahui, sebab menurutnya operator tersebut tidak memiliki SIO.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Makanya saya ragu dan mengingat waktu pengerjaan, proses pembangunan tetap berlanjut,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Ridwan, seorang yang mengakui operator molen mengungkapkan, bahwa dirinya tidak memimili SIO dan dia mengatakan, bahwa dirinya disini disuruh bekerja dan menjadi operator molen.

FOTO : Seorang operator molen yang sedang bekerja di lokasi banguna Puskesmas Tenam.

“Kalau untuk lebih jelasnya, silahkan hubungi bos bang,” kata Ridwan.

Ditempat terpisah, Rahman, salah seorang mantan kontraktor dan juga warga Muarabulian mengatakan, bahwa pembangunan pada cor tiang bangunan puskesmas itu nanti patut di soal, kerena Kepala tukang saat di konfirmasi awak media mengaku kapisitas bangunan tersebut.

“Ini sudah diakui oleh Kepala Tukangnya dilapangan mengenai kapasitas bangunan puskesmas itu,” papar Rahman.

Menurut dia, pada beton tiang cor puskesmas itu dia mengaku ragu atau binggung mengunakan K berapa, apakah menggunakan  K250 atau K300 dan operator molen tidak memiliki SIO.

BACA JUGA  Nah...!!! Sembilan Hakim Konstitusi Dilaporkan ke Polisi, Begini Ceritanya,?

Untuk komposisi adukkan untuk pencapaian kapisatas beton, agar sesuai dengan speknya sebelum pengecoran semuanya di lakukan uji labor, sementara yang dilakukan pihak rekanan diduga hanya main-main.

“Kalau dilihat kira-kira menurut keinginan pekerja saja. Uji labor itu penting kerena kondisi atau keadaan matrial yang digunakan akan mempengaruhi komposis campuran untuk pencapaian kualitas beton sesuai spek. Ingat, jangan seperti Puskesmas di Desa Bungku Kecamatan Bajubang, temuannya sampai total los,” kata Rahman lagi.

FOTO : Begini kondisi bangunan Puskesmas Tenam dan Banyak pekerja tidak memiliki APD. Dimana anggaran APD tersebut besar anggarannya.

Bahkan, alat pelindung diri (APD) untuk para pekerja di Puskesmas Tenam yang saat ini dikerjakan oleh pihak rekanan itu ada. Pertanyaan nya, kenapa para pekerja banyak yang tidak memiliki APD di lokasi pekerjaan itu.

“Dimana tanggungjawab pihak rekanan terhadap pekerja, dan perlu diketahui bahwa keselamatan itu harus diutamakan,” kata Rahman.

Dia juga mengatakan, untuk APD yang wajib diberikan pihak rekanan kepada pihak pekerja di area lokasi proyek, terdiri dari helm pengaman, sepatu pengaman, pakaian kerja, sarung tangan, kacamata pengaman, msker dan juga pengaman telinga.

“Besar anggarannya dan ini harus dipertanggungjawabkan oleh pihak perusahaan terhadap para pekerja di area proyek, seperti tulisan yang ada di papan merek pekerjaan,” ujarnya.

Sementara itu, perlu untuk kita ketahui bahwa pada pekerjaan pembangunan Puskesmas Tenam ini melalui Program Dinas Kesehatan Batanghari. Berdasarkan tulisan di papan proyek yang tidak jauh dari lokasi bangunan, seperti nomor kontrak 050/ 73/ KONTRAK/ DINKES/ 2023, dengan nama kegiatan belanja modal bangunan kesehatan dan fisik penmguatan system kesehatan, dengan nilai kontrak Rp7. 315. 838. 637. 31, waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender, pelaksananya CV. Putra Jaya Perkasa, konsultan pelaksana CV. Dwi Talenta Design.

BACA JUGA  Belum 8 Bulan Selesai Dikerjakan Infrastruktur Jalan Alue Bata Amplas Di Kabupaten Nagan Raya.

“Perusahaan ini diduga milik salah seorang pengusaha keturunan china dan kalau kita perhatikan bahwa pengusaha ini jarang turun ke lokasi bangunan dan pengusahan ini juga memiliki seorang kakak yang memiliki toko bangunan di Muarabulian dan juga diduga ikut bermain proyek di Pemkab Batanghari,” tandasnya. (Tim)

Jurnalis Hukum : Heriyanto S.H.,C.L.A

Berita Terkait

Sat Reskrim Polres Nagan Raya Amankan Terduga Pelaku Tambang Emas Ilegal,Sejumlah Barang Bukti Disita
Kejari Nagan Raya Musnahkan Barang Bukti dari 25 Perkara, Sabu Seberat 862,17 Gram Ikut Dimusnahkan
Polda Jambi Gencarkan KRYD Penegakan Hukum Narkoba, 20 Orang Terduga Pengguna Diamankan di Senaung
Selain Jambi Darurat Asap, Ada Dugaan Penganiayaan SAD di Lokasi Pasar Malam Mersam
Nah…!!! Diduga Kades Bete-Bete Minta Video Seksual Kepada Salah Seorang Wanita, Begini Ceritanya,?
Operasi Sarang Narkoba di Pulau Pandan, Tim Gabungan Amankan Tiga Orang
Satreskrim Polres Nagan Raya Amankan Dua Alat Berat dan Empat Terduga Pelaku Tambang Ilegal
KPK RI OTT Bupati Langkat, Dugaan Pengadaan Seragam Sekolah di Dinas Pendidikan Tanjabtim Juga Harus di Periksa

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:18

Kapolres Nagan Raya Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Seulawah 2026, Tekankan Tertib Berlalu Lintas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:43

Turnamen Catur Se-Barsela Dibuka di Nagan Raya, Semarakkan Peringatan HUT ke-98 Sumpah Pemuda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:08

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:34

Warga Kayumalue Kota Palu Dukung APH Tindak Tegas Dugaan Peredaran Narkoba

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18

Koalisi MBG Sorot Capaian, Komitmen dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:33

PT Banda Aceh Tolak Permohonan Banding Jaksa, Putusan Lepas Terdakwa Nazir Bin Idrus Dkk Tetap Dikuatkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:30

Pengurus Perusahaan Sawit PT Socfindo Kebun Seunagan Serahkan Beasiswa 100 Siswa Tahun 2026

Senin, 28 September 2026 - 13:18

Pencemaran Pantai Meureubo Disorot, Pemkab Aceh Barat dan DPRK Didesak Bertindak

Berita Terbaru