https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Hukrim

Minggu, 21 Juli 2024 - 10:30 WIB

APH Di Batang Hari Tutup Mata, Penambang Galian C di Bajubang Laut Kian Aktif Beroperasi

JURNALISHUKUM.COM, BATANGHARI – Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi tutup mata Terkait penambang pasir dan kerikil atau disebut dengan galian C yang beroperasi di Desa Bajubang Laut Kecamatan Muara Bulian yang diduga illegal.

Sebelumnya, Kapolri telah menegas kan dan menekankan, bahwa Pertambangan illegal atau illegal Minning merupakan kejahatan yang dapat dipidana. Hal ini diatur dalam Pasal 158 UU No 3 tahun 2020 tentang Pertambangan.

Menurut keterangan warga di Desa setempat, bahwa kegiatan illegal Minning di Bajubang Laut sudah berjalan sekian lama, dan para pelaku tidak pernah disentuh hukum walau telah merusak ekosistem dan lingkungan.

“Ya, sudah bertahun-tahun kegiatan penambang ini beroperasi dan diduga illegal,” kata Yanto, warga Kecamatan Muara Bulian.

Padahal dampak dari penambangan yang menggunakan alat berat yang mengancam ekosistem bahaya banjir. Belum lagi pengaruh lain yang berdampak pada manusia dan kelestarian alam.

Kesan dibiarkan dan tutup mata akan hal itu, ternyata karena ada sistem dugaan setoran kepada oknum tertentu, sehingga para penambang aman tidak tersentuh hukum.

Dari sumber lain menuturkan, bahwa mereka aman beroperasi, karena ada sistem setor, sehingga APH tutup mata dan pura-pura tidak tau.

“Oleh karena itu masyarakat berharap, agar Kapolda Jambi peka dan menindak anggotanya yang diduga terlibat dan bernain,” ucap sumber yang enggan namanya tersebut.

Dari hasil investigasi media online, bahwa para penambang yang menggunakan alat berat itu, selain mengambil pasir dan kerikil untuk bahan bangunan, juga mengolahnya karena butiran pasir terdapat dan mengandung unsur emas.

Dimana alat berat dan tumpukan pasir yang diambil dari sungai dan dari pengakuan seorang penambang, bahwa mereka sudah bekerja sekian lama.

BACA JUGA  Kantor Disprindagkop UKM Batanghari Ikut Di Geledah, Dinas PPP Soal Dugaan Tipikor Pupuk Subsidi

“Setiap minggu bisa dapatkan hasil yang memuaskan hingga semangat berusaha” ujar pekerja yang tidak bersedia ditulis jati dirinya.

Berkaitan dengan penanganan Tambang illegal, Kapolri tegaskan. Masalah penegakan hukum, Kapolri akan menindak para pelaku dan oknum aparat yang terlibat di dalamnya.

Sementara itu, dalam Quick Wins Polri atau dikenal Langkah Inisiatif Mudah dan Cepat tentang illegal Minning. Kepolisian terus bergerak untuk berantas illegal Minning dan di Desa Bajubang Laut kenapa terkesan dibiarkan. (*)

Share :

Baca Juga

Hukrim

Polri Gerak Cepat, Konflik SAD dan Security PT SAL di Sarolangun Berhasil Dikendalikan

Hukrim

Nah…!!!Dapat Diversi, Pelajar SMA Kecelakaan Mobil Dinas DPRD Jambi Lolos dari Hukum

Hukrim

Tim Macan Kumbang Polres Pessel Berhasil Menangkap 5 Pemuda Pemerkosaan Anak Dibawah Umur

Hukrim

Polres Nagan Raya Berhasil Ungkap Kasus Penemuan Jasad Bayi

Hukrim

Penyidikan Laka Lantas Naik Tahap, Pengemudi Jalani Observasi Kejiwaan di RSJ Jambi

Hukrim

Kelulusan Anak Kandung Pj Sekda Batang Hari Pada Pengadaan PPPK Harus Di Bongkar

Hukrim

Nah…!!!Kejari Tebo Serahkan SKP2 Restoratif Justice Pada Kasus Penadaan Handpone

Hukrim

Bawa 5 Kg Sabu dari Aceh, Lima Kurir Disergap Polisi
error: Content is protected !!