https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Cerita Rakyat

Selasa, 27 Mei 2025 - 19:54 WIB

Selain Terancam Bangkrut, Kesejahteraan ASN di RSUD Hamba Muara Bulian Juga Dikeluhkan

JURNALISHUKUM.COM, BATANGHARI – Selain dengan dugaan terancam bangkrut keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hamba Muara Bulian Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga dikeluhkan.

Seperti apa yang disampaikan oleh salah seorang ASN di RSUD Hamba Muara Bulian yang namanya minta dilindungi, bahwa dengan adanya manajemen keuangan yang seperti itu, membuat haknya di potong untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah sakit dan juga membayar hutang rumah sakit.

“Kadang-kadang pada setiap bulannya, hak kami di potong, ada yang di potong sebasar Rp600 ribu sampai dengan Rp800 ribu dan kenapa beban biaya hutang rumah tangga rumah sakit dibebankan kepada kesejahteraan ASN di rumah sakit,” kata Sumber ini.

Dia juga mengatakan, manajemen rumah tangga rumah sakit tidak bisa mengatur keuangan, karena banyak tekanan oleh banyak pihak. Sementara alasan dari pihak manajemen ini bahwa batanghari ini sudah defisit anggaran.

Dia juga menjelaskan, untuk ke masukkan uang rumah sakit ini banyak, seperti uang pelayanan, uang pengkliman BPJS, uang parkir, uang sewa loket ATM BSI dan ini ada kontraknya dan uang lain sebagainya.

“Ya, padahal uang masuk banyak, tapi kesejahteraan ASN diambil dan ini lah yang membuat keresahan kami disini. Dan untuk saat ini uang rumah sakit ini sudah habis dan bagaimana pemerintah ini mau angkat P3K, sedangkan orang-orang sudah mendapat SK dan kita belum,” jelasnya.

Selain itu, duit KAS rumah sakit juga sepertinya tidak ada, karena banyak pihak rekanan yang memberikan alat dirumah sakit menagih kepada pihak rumah sakit. Bahkan terkait dengan dana Bantuan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga defisit anggaran dan untuk dana BLUD sebelumnya mencapai Rp4 miliar dan kini hanya tinggal Rp2 miliar.

BACA JUGA  Nah..!!!Truk Kontainer PT Superhome Lewat Jalan Kabupaten di Desa Bajubang Laut, Jalan Terancam Hancur

“Heran, karena duit itu sudah banyak digunakan sana sini, termasuk kegiatan-kegiatan diluar yang memakai uang rumah sakit,” paparnya.

Perlu diketahui, berdasarkan pemberitaan sebelumnya, bahwa terjadinya defisit anggaran dan juga termasuk dengan hutang dengan pihak rekanan untuk pengadaan BHP dan sebagainya sebesar Rp6,6 miliar. BHP ini sama dengan kebutuhan rumah tangga atau bahan habis pakai seperti, impus, spuit, kasa, bahan kimia dan sebagainya.

Dimana, untuk bahan habis pakai itu, secara rutin di gunakan untuk kebutuhan operasional pelayanan kesehatan di RS. Seperti kebutuhan para pasien yang berobat di rumah sakit dan juga pasien yang rawat inap butuh dengan bahan ini.

“Sebenarnya salahnya dalam pengguna anggaran dirumah sakit ini terjadinya salah set oleh pihak manajemen. Dan juga dipengaruhi dan ditekan oleh pihak luar rumah sakit, yaitu pihak Pemerintah Kabupaten,” kata Sumber kemarin.

Sumber ini juga mengakui, bahwa kepemilikan RSUD Hamba Muara Bulian ini adalah pihak Pemerintah Daerah Batanghari. Bahkan pihak Pemerintahan ini terlalu banyak memakai pengawas dari pihak instansi, seperti pihak Dinas Kesehatan, pihak Inspektorat dan pihak Bakauda yang diduga setiap bulan meminta uang.

“Termasuk juga dengan pimpinannya, sehingga mempengaruhi kesejahteraan tenaga kerja medis dan para medis serta penunjang medis,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa tekanan ini juga membuat para ASN yang menjadi pejabat merasa tertekan, karena sumber dana APBD Batanghari sudah terkuras.
Belum lagi untuk dana Jamkesda saat ini, Pemerintah Daerah Batanghari belum membayar ke RS sebesar Rp17 miliar.

Sementara itu, Berliana, seorang Bendahara RSUD Hamba Muara Bulian ketika di hubungi Via Ponselnya, menanyakan hal ini, dia mengatakan, bahwa terkait persoalan tersebut dirinya tidak mengetahui dan dia hanya mengaku bahwa dirinya adalah Bendahara APBD.

BACA JUGA  Pemdes Batu Penyabung Sarolangun Adakan Acara Adat Penurunan Pseko

“Ya, kalau soal itu saya kurang tahu dan sebaiknya coba tanyakan ke Kasubag Tata Usaha,” jawabnya singkat.

Disamping itu, Rukmawati, salah seorang pemegang uang KAS di RSUD Hamba Muara Bulian ketika dihubungi Via Ponselnya mengatakan, bahwa kalau soal hutang dirinya kurang paham dan dirinya hanya tukang bayar.

“Kalau saya tukang bayar soal dana BLUD, dan kalau soal hutang silahkan konfirmasi ke Bos kami. Dan kalau soal Jamkesda tidak tahu kami dan kami susah di periksa oleh BPK dan hutang di 2024 sudah di bayar dengan cara angsur setiap bulannya, sementara soal Jamkesda itu coba konfirmasi ke kantor dinas sosial,” jelasnya.

Terkait dengan persoalan keuangan RSUD Hamba Muara Bulian dan hingga berita ini disiarkan, Dirut RSUD, Ibnu Rahmat Muda belum berhasil untuk diminta keterangan terkait dengan pernyataan sumber diatas. (Tim)

Editor : Heriyanto S.H.,C.L.A

Share :

Baca Juga

Cerita Rakyat

Cagar Budaya Benteng Jepang di Muara Nibung Menjadi Tempat Pembuangan Sampah

Cerita Rakyat

Nah…!!! Bumdes Rambutan Masam Batanghari Diduga Tidak Transfaran

Cerita Rakyat

Dipertanyakan Lagi, Berapa Pajak Tanah RTH di Mersam Yang Di Beli Pemkab Batanghari

Cerita Rakyat

Dua Kepala Desa di Kabupaten Tangerang Segera Dinonaktifkan

Cerita Rakyat

Tambang Emas Illegal di Danau Embat Batang Hari Kian Marak, Polri Jangan Tutup Mata

Cerita Rakyat

Selama 31 Tahun Hak Sertifikat Petani Di Desa Tanjung Sari Belum Terbit, Apa Gerangan?

Cerita Rakyat

LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan

Cerita Rakyat

Nah..!! Rumah dan Motor Warga Batanghari Ditimpa Mobil Angkutan Batubara
error: Content is protected !!