https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Batang Hari / Cerita Rakyat / Nasional

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:55 WIB

Jalan Kabupaten Batang Hari di Tanami Batang Padi Oleh Warga Mersam, Dimana Wabup Batang Hari Kami,?

JURNALISHUKUM.COM, BATANGHARI – Jalan Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi, yang berlokasi di Kelurahan Kembang Paseban Kecamatan Mersam di tanami warga setempat dengan jenis tanaman padi. Dimana jalan ini merupakan jalan menuju Kampung Wakil Bupati Batang Hari, Bakhtiar S.P di Desa Mersam.

Herman, warga RT04 Kelurahan Kembang Paseban mengatakan, bahwa pada akhir tahun 2025, jalan ini dirusaki oleh Pemerintah Kabupaten Batang Hari melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batanghari. Kerusakan ini di mulai dari Kelurahan menuju Desa Kembang Tanjung dan Desa Mersam.

“Pada akhir tahun, sepertinya jalan ini akan segera diperbaiki oleh pemerintah dengan mencoba melobangi jalan yang dianggap tidak layak, mulai dari Kelurahan, Kembang Tanjung dan Mersam. Kemudian ada beberapa titik yang dilobangi ditampal dengan aspal yang dikeluarkan dari karung, lalu di ratakan dan itu hanya beberapa titik, sedangkan titik yang lain banyak yang rusak, bahkan kedalaman lobang mencapai 15 sampai 20 sentimeter, lebih kurang,” katanya, Sabtu (17/1).

Menurut dia, jalan ini merupakan jalan kampung Wakil Bupati Batang Hari dan tentunya pekerjaannya jangan asal-asalan dan atau asal jadi seperti ini. Bahkan, setelah dirusaki, lalu dibiarkan begitu saja dan jika anggarannya belum ada, semestinya jangan dirusaki dulu dan tunggu sampai anggaran itu ada.

“Jalan yang rusak ini, jika musim penghujan akan digenangi air dan jika panas diselimuti debu. Dan banyak juga kecelakaan dan bagi pengguna jalan diharapkan hati-hati melintasi jalan yang rusak tersebut,” ujarnya.

Senada dikatakan, Amri, warga di Kecamatan setempat, bahwa dimana ada kerusakan jalan yang seperti ini, cocok nya ditanam padi dan sebagainya. Karena warga juga sudah mulai bosan dengan janji yang disampaikan oleh pemerintah kepada masyarakat agar tetap selalu sabar dalam melihat proses pembangunan infrastruktur saat ini.

BACA JUGA  Nah...!!!Masjid Tertua Di Kabupaten Tebo Nyaris Roboh

“Katanya awal tahun ini akan segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait akan kerusakan jalan ini. Dan sampai hari ini juga belum ada tanda-tanda akan di perbaiki jalan yang ditanam oleh warga dengan Batang padi,” paparnya.

Hingga berita ini disiarkan, Wakil Bupati Batang Hari, Bakhtiar S.P dan Kepala Dinas PUTR Batang Hari Ir. H. Ajrisa Windra, ST, MM, belum berhasil untuk dimintai keterangan terkait kapan akan diperbaiki jalan yang sudah di rusaki oleh instansi terkait. Dimana banyak lagi kekesalan warga terhadap kerusakan jalan ini yang tidak dapat kita tulis, akan tetapi keluhannya sama seperti keluhan sumber dalam berita ini.

Sementara itu, akhir tahun 2025 lalu, pihak Dinas PUTR meninjau langsung proses pengerjaan pengaspalan pemeliharaan jalan di Kecamatan Mersam, tepatnya di Desa Kembang Paseban, Desa Kembang Tanjung, dan Desa Mersam, Selasa (30/12/2025).

Melalui media online dan TV, Kepala Dinas PUTR Batanghari, Ir. H. Ajrisa Windra, ST, MM, saat diwawancarai menjelaskan, bahwa pekerjaan pengaspalan tersebut menggunakan anggaran swakelola Dinas PUTR Batanghari.

Panjang total ruas jalan yang direncanakan sekitar 8 kilometer, dengan metode pengerjaan per spot atau titik, baik pada lubang jalan yang mengalami kerusakan berat maupun ringan.

“Namun saat ini pekerjaan terkendala karena sudah memasuki musim hujan. Untuk sementara, pekerjaan yang sudah terlaksana baru sekitar 1 kilometer, dan sisanya akan dilanjutkan pada tahun 2026,” kata Windra. (Ist)

Editor : Heriyanto S.H.,C.L.A

Share :

Baca Juga

Nasional

Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah Yohanis Manibuy.SE., MH.,, Berkurban Dua Ekor Sapi

Nasional

Nah..!!Gedung Bareskrim Polri Kebakaran di Tengah Isu Suap Tambang Ilegal Komjen Agus Andrianto

Cerita Rakyat

Bacaleg Asal Mersam Batanghari Akan Adakan Lomba Baca Teks Proklamasi Mirip Soekarno

Cerita Rakyat

Wah..!!! Ini Ada Suami Istri Di Vonis Penjara Akibat Koleksi Foto Bugil Seorang ART

Nasional

RSUD Benda Mulai Beroperasi, Hadirkan Pelayanan Kesehatan Terjangkau untuk Warga Kota Tangerang

Cerita Rakyat

Pembangunan Jalan Lingkungan di Dinas Perkim Batanghari Kembali Disoal

Nasional

Pelayanan Dukcapil Teluk Bintuni di Distrik Moskona Timur Mempermudah Akses Dokumen Kependudukan

Nasional

Kejagung RI Periksa 4 Orang Saksi Terkait Perkara SKEBP Rajungan pada PT Surveyor Indonesia
error: Content is protected !!