https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Cerita Rakyat

Kamis, 7 Agustus 2025 - 16:12 WIB

Herri : Wartawan dan Narasumber Sama-Sama Punya Tanggungjawab,?

JURNALISHUKUM.COM, JAMBI – Pakar Dewan Pers yang juga merupakan Akademisi UIN STS Jambi, Herri Novealdi menyebutkan, wartawan dan narasumber sama-sama punya tanggung jawab profesional.

Wartawan wajib menyampaikan berita secara berimbang dan tidak menyesatkan, sementara narasumber juga sepatutnya tidak menghindar dan memberikan keterangan yang jujur dan proporsional.

“Hal ini seyogyanya merupakan bagian dari cara kita membangun ruang informasi publik yang sehat,” ungkapnya, kepada rekan jurnalis, Kamis (7/8).

Seperti contoh, dengan Kepala Desa (Kades) Sungai Baung, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Ridwan Suib. Saat media konfirmasi terkait persoalan desa yang banyak dikeluhkan, tapi justru jawaban diluar konteks.

Wqrtawan Kabarjambikito.id minta waktunya kepada Ridwan Suib untuk konfirmasi, karena konfirmasi media untuk meminta tanggapan terkait keluhan masyarakat Sungai Baung. Namun jawaban agak nyeleneh

“Mohon maaf syahredi, Sayo ko bukan malaikat, pasti Ado kurang dan lebih nyo ..no body perpect….kalau Kito nak gali kurangnyo pasti lah banyak…mohon maaf, Sayo ko baru punyo pengalaman sedikit dak sebanding dg PK syahredi yg punyo banyak ilmu dan pengetahuan, bini be 2 .Sayo cuma 1 …” jawabnya Kades Ridwan Suib via WhatsApp ke media ini.

Ridwan Suib juga menyarankan, jika ada keluhan masyarakat agar untuk melaporkan BPD untuk dicari solusinya.

“Kalau masyarakat Ado keluhan sesuai ketentuan lapor ke BPD untuk di cari solusinya, kondisi saat ini, yg serba tidak menentu, serba tidak ad kepastian, pastilah banyak masalah…kekurangan anggaran menjadi pemicu beberapa kegiatan tidak dapat di laksanakan sesuai keinginan masyarakat…. untuk di ketahui gaji pegiat desa sebanyak 180 orang lebih, dana operasional, dana bagi hasil, dana BKBK, dana desa tahap 2 belum secara maksimal tersalurkan pk syahredy..itu yg menjadi permasalahan nyo….” katanya melalui via WhatsApp.

BACA JUGA  Musrenbangdes Desa Bungku Bajubang Berjalan Lancar

Tidak hanya sampai di situ, saat media ini membalas, bahwa dirinya konfirmasi sebagai bukan urusan pribadi. Lagi -lagi jawaban tidak sesuai konteks

“Kamu tu kelasnyo la internasional, masak urusan recehan di dusun ko masih nak diliput jugo, dak sesuai dg kelasnyo…biak urusan kami dengan BPD be….awak dekat dg Bupati, Kapolda, Gubernur..Kecik lah urusan dusun ko Redy….”

Sementara Herri Novealdi menjelaskan, keberimbangan dalam berita tidak hanya menjadi tanggung jawab jurnalis, tetapi juga menuntut partisipasi aktif dari narasumber.

Meskipun dnarasumber memang punya ruang untuk memberikan keterangan, mereka diharapkan tetap bisa memberikan keterangan secara profesional, jujur, dan proporsional sesuai kapasitasnya.

Sikap terbuka terhadap media adalah bentuk akuntabilitas, terutama bagi pejabat publik atau tokoh yang pendapatnya mempengaruhi persepsi masyarakat luas

“Menurut saya, membangun ruang komunikasi yang terbuka antara jurnalis dan narasumber adalah bagian dari ekosistem informasi yang sehat,” sebutnya.

Lebih jauh dia mengatakan, dalam banyak kasus, masalah muncul bukan karena berita itu bohong, tetapi karena tidak lengkap.

Dan ketidaklengkapan sering kali bermula dari tidak adanya tanggapan dari pihak-pihak yang berkepentingan.

“Maka dari itu, saya mendorong semua pihak, terutama pejabat publik dan tokoh masyarakat di Provinsi Jambi, untuk tidak alergi terhadap media massa dan jurnalis yang bekerja profesional. Manfaatkanlah ruang pemberitaan sebagai bagian dari edukasi publik,” harapannya. (Tim)

Share :

Baca Juga

Batang Hari

Masjid Jami’ At-Taqwa Kembang Paseban Mersam Akan Diresmikan Hari Ini, Ayo Sholat Jumat Disini

Cerita Rakyat

Jika WTP Bisa Dibeli, Maka 13 Kali WTP Batang Hari Adalah Transaksi Terpanjang

Cerita Rakyat

Ninik Rahayu : Revisi Kedua UU ITE Ancam Kebebasan Pers

Cerita Rakyat

Mafia Tanah Kuasai Aset Daerah Batang Hari Jambi

Cerita Rakyat

Perencanaan Program Disdagkop UKM Batanghari di Soal, Pagar Komplek BBC Muarabulian di Renovasi Sementara Gedung Ruko Rusak Dan Bocor

Cerita Rakyat

Dana Pembangunan Jalan Kabupaten Batanghari di Mersam Tak Jelas, Terancam Tak di Perbaiki

Cerita Rakyat

Desa Purwodadi Memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW

Cerita Rakyat

Membangun Masjid Adalah Investasi Untuk Kehidupan di Akhirat
error: Content is protected !!