JURNALISHUKUM.COM, BATANGHARI – Anggaran Makan dan Minum (Mamin) di Bagian Umum Setda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang Hari, Provinsi Jambi, seperti Mamin Rumah Dinas (Rumdis) Bupati dan Wakil Bupati kembali di pertanyakan. Pasalnya, jika melihat dari anggaran mamin di kedua Rumdis ini sangat besar, ditambah lagi dengan tamu undangan yang datang halal bi halal pasca hari raya Idul Fitri belum lama ini.
Lukman, salah seorang tokoh muda di Kabupaten Batang Hari sangat perihatin akan keuangan Negara jika diperuntukan hanya sekedar anggaran rutin seperti mamin ini. Bahkan, jika di lihat pada kegiatan halal bil halal pada hari raya lalu di rumdis Bupati sangat membutuhkan anggaran yang besar.
“Kita lihat sendiri tamu yang datang dirumdis Bupati pasca Idul fitri lalu dan ini juga terlihat di media social pemkab Batanghari yang setiap hari mengekspos kegiatan pertemuan dengan makan minum,” kata Lukman, Jumat.
Dia juga mengatakan, berkaca pada dugaan kasus korupsi pada badan kontak majlis taklim (BKMT) di Pemkab Batanghari Tahun Anggaran (TA) 2008-2010 lalu justru bermasalah dan tidak menutup kemungkinan hal ini bisa-bisa terjadi terhadap anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) dari masa kepemimpinan Bupati saat ini.
“Ya, kita tidak menuduh, tapi harus di telaah dulu anggaran Mamin di bagian rumah tangga atau bagian umum setda Batanghari. Berapa kenaikan anggaran Mamin dari awal Bupati dilantik hingga sekarang dan berapa persentase realisasinya setiap tahun anggaran,” ujarnya.
Menurut dia, dalam persoalan Mamin ini, pihak lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Batang Hari harus aksi dan menyuarakan kepada masyarakat dan mempertanyakan Mamin ini. Apakah sudah sesuai dengan apa yang dianggarkan oleh pihak instansi terkait.
“Berapa Mamin untuk pribadi, rapat dan lain sebagainya, apakah layak anggaran sebanyak itu digunakan selama setahun anggaran,” jelasnya.
Ditempat terpisah, belum lama ini jurnalishukum.com mencoba mencari informasi terkait Mamin dan langsung bertemu Kepala Bagian (Kabag) Umum, Saipul diruang kerjanya dan dia meminta kepada Heri, Kasubag Rumah Tangga untuk menjawab terkait anggaran Mamin ini.
“Tunggu Kasubag Rumah tangga saja dek, kebetulan beliau hari ini masih ada rapat di jambi. Bantu kami ya,” kata Saipul.
Dengan alasan seperti itu, dikemudian hari Jurnalishukum.com kembali mendatangi ruang kerjanya Kabag Umum dan disana Kasubag Rumah Tangga sudah menunggu. Dimana, Kasubang Rumah Tangga Heri menjelaskan, bahwa Mamin di Rumdis Bupati dan Wakil Tahun Anggaran 2023 lalu trealisasi sebesar 99 persen.
“Seperti mamin di rumah dinas Bupati untuk tamu sebesar Rp1. 088. 530. 000, realisasinya sebesar Rp1. 080. 261. 250 dan Mamin Natura sebesar Rp993. 900.00. Kemudian mamin di rumah dinas Wakil Bupati untuk tamu sebesar Rp411. 500. 000, realisasinya sebesar Rp184. 912. 000 dan Mamin Natura sebesar Rp724. 565. 000.,” papar Heri.
Bahkan, ketika ditanya berapa anggaran Mamin Tahun anggaran 2024 ini dan berapa kenaikan anggarannya di banding dengan anggaran Mamin tahun 2023 lalu. Keduanya belum bisa menjawab dan mereka hanya memberikan selembar kertas dengan tulisan angka anggaran Mamin Tahun 2023.
Sementara itu, salah seorang penyidik di salah satu aparat penegak hukum (APH) terkejut melihat angka anggaran yang tertulis di kertas tersebut dan dirinya juga mengatakan bahwa anggaran mamin ini cukup besar.
“Wah, besar anggarannya ya,” katanya yang enggan namanya disebut.
Jurnalis Hukum : Heriyanto