https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Ekonomi / Politik

Kamis, 14 November 2024 - 12:47 WIB

Polemik Kepemimpinan di Moskona Barat: Dana Desa Hilang, Warga Kecewa, Janji Politik Dipertanyakan!

JURNALISHUKUM.COM, PAPUABARAT – Eduard Orocomna, anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) dari Pokja Adat Perwakilan Kabupaten Teluk Bintuni, mengkritisi kondisi pemerintahan di Distrik Moskona Barat.

Dalam rekaman suara yang diterima wartawan pada Rabu malam (13/11/2024), ia menyampaikan kekecewaannya terhadap kepala kampung atau Plt kepala kampung di distrik tersebut.

Krisis Kepemimpinan di Moskona Barat: Masyarakat Kecewa, Dana Desa Terbengkalai, Janji Politik Dipertanyakan!

“Saya sangat kesal terkait kepala kampung atau Plt kepala kampung pemekaran yang ada di Distrik Moskona Barat,” ujarnya.

Eduard menyebut bahwa Plt kepala kampung dari tahun 2009 hingga 2021 lebih baik dibanding yang menjabat saat ini.

“Kepala kampung yang dulu masih memperhatikan masyarakat, aktif di kampung, dan menyelesaikan masalah,” lanjutnya.

Namun, Eduard mengkritik Plt yang dilantik oleh Bupati, Wakil Bupati, dan Plt Sekda Teluk Bintuni pada tahun 2022. Ia menilai mereka kurang aktif di 10 kampung pemekaran di Moskona Barat.

“Mereka hanya datang ke kampung saat dana desa cair, berkumpul untuk membahas rencana kerja, lalu kembali ke Bintuni setelah Musyawarah Kampung (Muskap) atau kegiatan selesai,” ujarnya kesal.

Eduard juga menyoroti kurangnya keterlibatan Plt kepala kampung dalam menangani masalah di kampung.

Sebagai putra asli Moskona Barat dari Kampung Pemekaran Inokra, Eduard mengungkapkan kekecewaannya, terutama dalam pengelolaan anggaran desa di Inokra.

“Misalnya, dari anggaran Rp300 juta yang diberikan Bupati, hanya Rp150 juta yang sampai ke kepala kampung, sementara Rp50 juta digunakan untuk administrasi, menyisakan Rp100 juta bagi masyarakat,” jelasnya.

Akibatnya, pembangunan terbengkalai karena anggaran tidak mencukupi, dan banyak bangunan dibiarkan tidak terurus.

Eduard, yang menyatakan dirinya mewakili masyarakat Moskona Barat dan 24 distrik lain di Kabupaten Teluk Bintuni, mempertanyakan kebijakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Teluk Bintuni.

BACA JUGA  Posko "Harga Diri Pica Panggal - Panggal di Distrik Merdey, Di Resmikan Pasangan Yo Join

“Plt kepala kampung yang dilantik pada 2022 seharusnya diganti maksimal dua tahun atau minimal satu setengah tahun. Namun, mengapa hingga tahun 2024 mereka belum diganti?” ujarnya.

Menurut Eduard, hal ini menjadi perhatian masyarakat Teluk Bintuni, terlebih dengan anggaran Pemda yang mencapai tiga triliun rupiah.

Eduard juga mengimbau calon bupati dan wakil bupati untuk tidak menjadikan isu pemekaran kampung sebagai bahan janji politik.

“Jangan jadikan kampung pemekaran untuk tujuan politik. Berhenti membuat janji-janji politik soal pemekaran dan pengangkatan definitif kampung,” tegasnya. (Amiruddin)

Share :

Baca Juga

Politik

Calon Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni Hadiri Ibadah Syukur Pelantikan Lodwik Masumbauw Sebagai Anggota DPRK

Politik

DPP Partai NasDem Resmi Usung Hairan-Amin di Pilkada Tanjabbar 2024

Bisnis

Untuk Petani Perkebunan dan Pertanian di Jambi Dapat Memesan Pupuk Organik Melalui Media Online Ini

Politik

Debat Pilkada Bintuni, Ada Calon Wakil Bupati Rasa Calon Bupati

Politik

Ketua Bawaslu Batanghari Enggan Jawab Soal Pertemuan Dengan Peserta Pemilu

Politik

KPU Teluk Bintuni Umumkan Daftar Pemilih Sementara untuk Pemilu 2024, Ajak Warga Verifikasi Status Pemilih

Ekonomi

BEM SI Korda Jambi Siap Kawal Kasus Sawit Ilegal di Wilayah DAS Milik PTPN

Cerita Rakyat

Penundaan Dana TC MTQ Melainkan, Munir : Dampak Temuan BPK RI di Pemkab Batanghari
error: Content is protected !!