https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Hukrim / Nasional

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:59 WIB

Ingat..!!! MA dan KY Jatuhkan Sanksi Pemberhentian Tetap kepada Hakim Pelanggar Kode Etik

JURNALISHUKUM.COM, JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) menjatuhkan sanksi berat berupa pemberhentian tetap dengan hak pensiun kepada hakim berinisial I.W.S., S.H., setelah dinyatakan melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).

Keputusan tersebut dibacakan dalam sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang berlangsung di Ruang Prof. Dr. Mr. Wiryono Prodjodikoro, Gedung Mahkamah Agung Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).

Dalam putusannya, MKH menyatakan terlapor terbukti melakukan sejumlah pelanggaran etik selama periode 2023 hingga 2024.

Pelanggaran tersebut antara lain mempertemukan salah satu pihak yang berperkara dengan ketua majelis di luar persidangan, menerima sejumlah uang dari pihak yang memiliki kepentingan dalam perkara pidana, menawarkan bantuan pengurusan perkara pada tingkat banding dan kasasi kepada advokat, meminta uang serta berutang kepada advokat, hingga menggunakan jasa prostitusi.

Majelis menilai tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip integritas, independensi, dan profesionalisme yang wajib dijunjung oleh setiap hakim dalam menjalankan tugasnya.

Penjatuhan sanksi dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan yang tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pengawasan (Bawas) Mahkamah Agung RI sebagaimana dituangkan dalam nota dinas tertanggal 13 Desember 2024.

Sidang MKH dipimpin Ketua Kamar Perdata Mahkamah Agung, Prof. Dr. Hamdi, selaku Ketua Majelis. Ia didampingi enam anggota majelis yang berasal dari unsur Hakim Agung Mahkamah Agung dan Komisioner Komisi Yudisial.

Sementara itu, terlapor memperoleh pendampingan dari tim pembela yang berasal dari Ikatan Hakim Indonesia.

Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial menyatakan bahwa putusan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menegakkan kode etik hakim serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

Kedua lembaga menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan toleransi terhadap setiap tindakan yang berpotensi mencederai integritas hakim, independensi kekuasaan kehakiman, maupun kewibawaan lembaga peradilan.

BACA JUGA  Belasan Toko Terbakar Dan Satu Orang Meninggal Dunia di Tanjab Barat

Melalui penegakan kode etik yang konsisten, MA dan KY berharap budaya integritas di lingkungan peradilan semakin kuat sehingga dapat mendukung terwujudnya lembaga peradilan yang profesional, akuntabel, dan terpercaya.

Reporter: Heriyanto/Sumber: Humas MA

Share :

Baca Juga

Hukrim

Dalam Seminggu, Polda Jambi Ungkap Tiga Kusus Tindak Pidana 

Hukrim

Residivis kembali di tangkap oleh tim macan gunung Sat Reskrim polres teluk Bintuni

Nasional

Bupati Tangerang Ajak PMI Bersinergi untuk Kesehatan Berkualitas

Hukrim

Korban Dibacok, Pelaku Perampokan Langsung Kabur

Hukrim

Polda Metro Jaya Maksimalkan Respons Aduan Masyarakat

Kota Jambi

Nah..!!! PUTR Batang Hari Gugat Putusan KIP Ke PTUN Jambi

Hukrim

Lima Orang Pelaku Pencurian Besi Milik PT. PLTU di Nagan Raya Di Tangkap Polisi

Hukrim

Aktivitas PETI di Tanah Kas Desa (TKD) Sungai Ruan Ilir Marosebo Ulu Diduga Keluarga Kades Sendiri
error: Content is protected !!