JURNALISHUKUM.COM, JAMBI – Kejaksaan Tinggi (Kejati) mengungkap kasus dugaan korupsi pada bank BNI yang terjadi pada 2018-2019. Dalam kasus ini, Kejati Jambi telah menetapkan dua orang menjadi tersangka.
Mereka adalah WH selaku mantan Direktur PT. Prosympac Agro Lestari (PT.PAL). Satu lagi adalah VG selaku Direktur Utama PT. Prosympac Agro Lestari (PT.PAL).
Penahanan WH berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Nomor : TAP-97/L.5/Fd.2/04/2025 tanggal 14 April 2025.
Sementara penahanan VG berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Nomor : TAP-102/L.5/Fd.2/04/2025 tanggal 15April 2025.
Kedua tersangka ditahan setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejati Jambi. “‘Mereka ditahan untuk 20 hari ke depan,” kata Kasi Penerengan Hukum (Penkum) Kejati Jambi, Noly Wijaya, Selasa (15/4/2025) malam.
Noly mengungkapkan bahwa modus operandi yang dilakukan para tersangka adalah dengan cara membobol Bank BNI sehingga mengakibatkan kerugian negara.
“Bahwa berdasarkan alat bukti yang diperoleh, maka Bank BNI mengalami kerugian negara yang masih dalam perhitungan ahli,” sebutnya.
Kedua tersangka disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2021 jo Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana.
Kemudian Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantas Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2021 jo Pasal 55Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.
“Saat ini tim penyidik Pidsus Kejati Jambi terus melakukan pendalaman terhadap pihak yang terlibat dalam perkara ini,” tandasnya. (Tiko)
Editor : Heriyanto S.H.,C.L.A










