https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Hukrim

Kamis, 20 Februari 2025 - 14:17 WIB

Tim Pidsus Kejati Sita Uang Sebesar Rp1,7 Miliar dari MTN PT SNP

JURNALISHUKUM.COM, JAMBI – Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi menyita uang senilai Rp 1,7 miliar dalam kasus korupsi gagal bayar Medium Term Notes (MTN) PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) pada Bank Jambi periode 2017-2018. Penyitaan dilakukan pada Rabu (19/2/2025).

Uang tersebut disita dari salah satu tersangka dalam kasus ini, yakni AE. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jambi, Noly Wijaya, menyatakan bahwa penyitaan ini menjadi bagian dari pengumpulan barang bukti dalam perkara tersebut.

“Uang yang disita telah dititipkan sementara di Rekening Penitipan Kejaksaan Tinggi Jambi di Bank BRI Cabang Jambi,” ujar Noly.

Tersangka AE dijerat dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yaitu:

Primair: Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2021 jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

Subsidair: Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2021 jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, AE diduga terlibat bersama sejumlah pihak lainnya yang telah lebih dulu dijatuhi hukuman pidana, antara lain:

Yunsak El Halcon – 13 tahun penjara.
Dadang Suryanto – 9 tahun penjara.
Andri Irvandi – 13 tahun penjara.
Leo Darwin – 16 tahun penjara (saat ini dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Jambi).

Kerugian Negara Mencapai Rp 310 Miliar
Kasus korupsi gagal bayar dalam pembelian MTN PT SNP pada periode 2017-2018 ini mengakibatkan kerugian negara yang sangat besar. Berdasarkan perhitungan, total kerugian mencapai Rp 310.118.271.000 (tiga ratus sepuluh miliar seratus delapan juta dua ratus tujuh puluh satu ribu rupiah).

BACA JUGA  Kejagung RI Periksa 1 Orang Saksi Terkait Perkara SKEBP Daging Sapi Pada PT Surveyor Indonesia

Kejati Jambi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menyelesaikan perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. Proses hukum tidak hanya berorientasi pada penghukuman para pelaku, tetapi juga pada pemulihan dan penyelamatan keuangan negara.

“Kami memastikan bahwa penanganan kasus ini dilakukan dengan prinsip keadilan dan kepastian hukum. Tidak hanya menghukum pelaku, tetapi juga mengupayakan pemulihan kerugian negara,” pungkas Noly Wijaya. (*)

Share :

Baca Juga

Hukrim

Pj Sekda Batang Hari Jilat Katanya Sendiri,”Siapa Yang Mendalilkan, Dia Yang Membuktikan,”

Hukrim

Pedagang Pempek di Jambi Tusuk Dua Orang, Satu Diantaranya Tewas

Hukrim

Kapolres Batanghari : Pelaku Penembakan Di Mersam Karena Salah Paham

Hukrim

Kejagung Tetapkan dan Lakukan Penahanan Terhadap 4 Orang Tersangka Dalam Perkara Impor Garam Industri

Hukrim

Patroli Blue Light Polsek Rangkasbitung Antisipasi Balapan Liar dan Kejahatan Jalanan

Hukrim

IJTI-Polda Jambi Satu Suara Tentang Jurnalis Positif

Hukrim

Nah..!! Banyak Komentar Negatif Terhadap Kinerja Dirut RSUD Hamba Muara Bulian

Hukrim

Para Pengusaha Tambang Galian C di Batang Hari Akan di Laporkan Kembali Ke Polda Jambi
error: Content is protected !!