JURNALISHUKUM.COM, MUARATEMBESI – Karman (45) tak pernah menyangka perjalanan singkatnya ke rumah kerabat pada Sabtu siang, 28 Februari 2026, akan berakhir dengan kepulan asap hitam di cakrawala. Pukul 11.26 WIB, ketika matahari tepat di atas kepala, rumah kayu berukuran 6 x 10 meter miliknya di RT 07 Desa Sukaramai, Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi, luluh lantak di Lalap Api.
Api tak butuh waktu lama untuk berpesta. Material kayu yang kering dan cuaca terik membuat si jago merah bergerak beringas. Menurut AH Pitoni (43), seorang saksi mata, api bermula dari ruang tengah.
“Awalnya hanya percikan, tapi dalam hitungan menit langsung membesar,” ujarnya.
Warga sempat mencoba menjinakkan api dengan peralatan seadanya, namun tenaga manusia kalah cepat dibanding lidah api yang menjalar ke atap.
“Rumah itu bukan sekadar bangunan kayu. Di sanalah tawa anak-anak pernah pecah dan doa-doa dipanjatkan.”
Petaka Arus Pendek Regu pemadam kebakaran Muara Tembesi bersama personel Polsek yang dipimpin Iptu Sugeng S.H. tiba sesaat setelah laporan masuk.
Satu unit mobil pemadam dikerahkan untuk memutus amuk api agar tak merembet ke pemukiman sekitar. Namun bagi Karman, bantuan itu datang ketika rumahnya sudah menjadi kerangka arang.
Kapolsek Muara Tembesi, Iptu Sugeng, menyebut dugaan kuat mengarah pada korsleting listrik.
“Dugaan sementara karena arus pendek instalasi listrik,” ungkapnya.
Meski tak ada nyawa yang melayang, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta—angka yang cukup untuk menguapkan seluruh tabungan dan hasil jerih payah Karman sebagai pedagang.
Puing dan Empati.
Di lokasi kejadian, sisa asap masih mengepul tipis di antara reruntuhan. Karman dan istrinya, Leni, hanya bisa menatap nanar tanah yang kini rata. Tak ada barang yang sempat diselamatkan; baju, dokumen, hingga perabotan rumah tangga hangus menjadi abu.
Iptu Sugeng menyatakan keprihatinannya saat meninjau lokasi.
“Kami turut berduka. Kepolisian akan terus mengawal situasi agar tetap kondusif dan membantu keluarga yang terdampak,” tuturnya. (Ist)











