https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Hukrim / Nasional / Peristiwa

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:50 WIB

Sebulan Ditindak Polisi, PETI di Desa Padang Kelapo Batang Hari Terus Beroperasi

JURNALISHUKUM.COM, BATANGHARI – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Padang Kelapo, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Jambi, kembali menuai sorotan.

Meski sebelumnya telah dilakukan penindakan oleh pihak polisi, aktivitas tambang ilegal tersebut diduga masih terus berlangsung hingga kini.

Berdasarkan keterangan warga, PETI mulai beroperasi sejak akhir 2025 dan dalam lima bulan terakhir kian masif. Kegiatan yang disebut-sebut diprakarsai oleh warga setempat itu berada tak jauh dari permukiman warga dan lahan perkebunan sawit masyarakat.

Dampaknya pun dirasakan langsung. Limbah tambang diduga mencemari kebun warga hingga tanaman tidak lagi produktif.

“Kebun sudah rusak dan tercemar. Banyak warga akhirnya menjual lahannya karena sulit dimanfaatkan,” ujar kandis nama samaran.

Aktivitas tambang disebut berlangsung siang dan malam. Suara mesin dompeng dan keluar-masuk pekerja dinilai mengganggu ketenangan warga.

Namun, masyarakat mengaku takut melapor secara terbuka karena khawatir mendapat intimidasi.Jelas Buhai nama samaran

Sebelumnya, aparat kepolisian sempat menindak satu titik PETI dan membakar lima unit alat dompeng setelah kasus ini viral di media sosial. Namun, warga menyebut tidak ada pelaku yang diamankan saat itu.

Kanit Tipidter Polres Batanghari, Ipda Ferdinan Ginting, menyatakan perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Masih dalam proses penyelidikan, dan dalam waktu dekat akan dilakukan tindakan,” ujarnya singkat.

Di lapangan, beredar sejumlah inisial yang diduga terkait aktivitas tersebut, yakni AN, MSB, dan PUR. Informasi ini masih sebatas dugaan dan diharapkan dapat didalami aparat penegak hukum.

Warga berharap pemerintah daerah dan aparat bertindak tegas menghentikan PETI yang dinilai merusak lingkungan dan menimbulkan rasa takut.

Selain penegakan hukum, masyarakat juga mendesak adanya pemulihan lingkungan serta perlindungan bagi warga terdampak. (Ist/Gus)

BACA JUGA  Sambut HUT Bhayangkara ke-79, Polres Teluk Bintuni Gelar Aksi Donor Darah untuk Kemanusiaan

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Perumahan BTN Permata Hijau Kuala Tungkal Terbakar

Nasional

Kampanye DOAMU Jilid II, Dominggus Mandacan dan Mohamad Lakotani Bertemu Keluarga Bugis Makassar di Teluk Bintuni

Cerita Rakyat

Dipertanyakan Lagi, Berapa Pajak Tanah RTH di Mersam Yang Di Beli Pemkab Batanghari

Hukrim

Renovasi Pagar Komplek BBC Muarabulian Batanghari Terkesan Mubazir

Nasional

PRI Bumi Desak Penegakan Hukum atas Dugaan Perkebunan Ilegal PT MPG di Tanjabtim

Hukrim

Sidang PK Saka Tatal di PN Cirebon, Novumnya Di Tolak JPU 

Hukrim

Kembali Berulah, Polres Melawi Amankan HF Dalam Perkara Pencurian

Nasional

Gubernur Aceh Turun Ke Beutong Ateuh Pasca Banjir Dan Minta Segera Siapkan Data
error: Content is protected !!