https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Peristiwa

Kamis, 14 November 2024 - 12:57 WIB

Heboh..!!! Gertak Jambi Kirim Surat Permohonan Uji Petik Bangunan Islamic Center Ke BPK RI

JURNALISHUKUM.COM, JAMBI – Gerakan Terpadu Anti Korupsi (Gertak) Jambi meminta Kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jambi melakukan Uji Petik terhadap pembangunan Islamic Centre Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi, Tahun Anggaran 2024 ini.

Sebagaimana surat Permohonan Uji Petik Tanggal 12 Nopember 2024 dengan alasan pada saat ini Gertak menilai pekerjaan Islamic Centre tersebut rawan korupsi dan kuat dugaan ada modus Korupsi, seperti ada Pinjam Perusahaan Kontraktor, Pinjam Perusahaan Konsultan dan Dugaan Mark Up Pekerjaan.

Bahkan, Gertak juga menilai Proyek bangunan Islamic Centre tersebut tidak layak dilaksanakan, mengingat kondisi keuangan daerah Kabupaten Batang Hari yang banyak Tunda Bayar dan Kewajiban Hutang Ke Pihak Ketiga yang ratusan miliar.

“Proyek tersebut dinilai sebagai proyek ambisius tanpa memikirkan kepentingan masyarakat Batang Hari. Dan uang yang sudah dikeluarkan untuk Pembangunan Islamic Center harus kita pertanyakan kembali, karena belum lama ini sempat juga di kabarkan bahwa para pekerjanya sempat bubar, karena diduga uangnya belum ada,” kata Abdurrahman Sayuti, S.H.,M.H.,C.L.A, Ketua Perkumpulan Gertak Jambi, Kamis.

Dia juga mengatakan, terkait anggaran pembangunan Islamic Center sebesar Rp20 miliar itu hanya terlihat sebatas pembersih lahan, timbunan tanah dan menanam beberapa tiang pancang yang ada di lokasi.

“Kabarnya ada beberapa anggota DPRD Batang Hari sudah meributkan anggaran ini dan dikabar lagi anggota DPRD kita menanyakan anggaran Rp20 miliar kepada pihak instansi terkait itu hanya sebatas permbersihan lahan, timbunan yang saat ini kita lihat dan beberapa tiang pancang yang ada di lokasi. Kan lucu,” ujarnya.

Menurut dia, kalau di lihat dari apa yang sudah dikerjakan saat ini diduga dari pihak instansi menggarkan sebesar itu tidak menjadi alasan. Akan tetapi secara logika kita bahwa anggaran sebesar itu apakah adanya sebatas yang dikerjakan seperti itu saja.

BACA JUGA  Viral Lagi...!! Warga Mersam Kembali Tanam Bibit Pohon Kelapa di Jalan Kabupaten

Kemudian dari awal pada pembelian tanah lokasi dan melakukan penimbunan kembali di tanah tersebut cukup mubazir dan ini diduga syarat dengan Korupsi.

“Bagaimana dengan awal dari perencanaan pembangunan ini, apakah mereka sengaja membuat perencanaan yang tidak masuk akal ini. Coba bayangkan bahwa anggaran APBD yang saat ini defisit mereka merencanakan pembangunan seperti ini. Luar biasa,” jelasnya.

Dia juga menilai, kalau begini, habis uang daerah batanghari hanya sebatas memenuhi janji politik, sedangkan hak pegawai dan honorer belum selesai di bayar, termasuk katanya BPJS yang di potong dari TPP, honor para pekerja di pemerintahan sampai desa dan RT yang belum dibayar sepenuhnya.

“Selain surat Permohonan yang sudah kita sampaikan ke BPK RI Perwakilan Jambi ini, kita juga akan koordinasi dan diskusi kembali ke Kantor BPK, supaya hal ini terang benderang agar tidak ada hal semacam ini terjadi di Republik ini,” paparnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Jurnalishukum.com, melihat kondisi di lapangan, terlihat di luar lokasi bangunan sudah tertutup dengan spanduk dan biasanya proyek semacam ini di tutup memakai pagar seng yang kuat, agar ketahanan penutup atau pagar tersebut kuat dari terpahan angin, hujan dan panas.

Kemudian lagi, di dalam lokasi bangunan terlihat ada beberapa alat berat terparkir dan jika dilihat pada kondisi datangnya musim hujan sepertinya alat tersebut tidak beraktivitas dan mengingat waktu lebih kurang 1,5 bulan lagi jelang akhir Tahun 2024 masa kontrak pekerjaan, namun bangunan Islamic Center yang di banggakan tersebut juga belum terlihat progres bangunannya. (*)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Nah..!!! Delapan Orang Sudah Tiba di Gedung KPK, Uang Rp2,6 Miliar Ikut Diamankan

Hukrim

Nah..!!! Sembilan Mobil Pelangsir BBM Di Beberapa SPBU Wilayah Bungo Diamankan Polisi

Peristiwa

Galian C Stockpile Batubara Diduga Milik PT. DPP Terus Beroperasi, Tebing Sungai Batanghari Di Desa Tenam Terancam Abrasi

Peristiwa

Sekwan Tanjabtim Bungkam Saat Di Tanya Soal Dugaan Pengalihan Anggaran Tanpa Melalui Banggar

Peristiwa

Tragedi di Kosambi: Balita Tewas Terpanggang, Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan

Peristiwa

Seorang Perempuan di Tebo Jadi Korban Penganiayaan Tetangga

Peristiwa

Puluhan Hektar Lahan di Batanghari Terbakar

Peristiwa

Pimpinan DPRD TanjabTim Jambi Diduga Alihkan Anggaran Tanpa Melalui Banggar
error: Content is protected !!