Kadis PUTR Batanghari Tebar Hoax, Terkait Soal Pembangunan Jalan Kabupaten Di Mersam Seorang Anak Laki-Laki Yang Tenggelam Di Sungai Batanghari Semalam Sudah Di Temukan Baru Setahun Di Bangun, Plafon Gedung Puskesmas Luncuk Runtuh Bikin Heboh…!!! Mobil Pejabat Batanghari, Berplat Merah Diduga Isi Minyak Subsidi Nah..!!! Sopir Mobil Grand Max Hangus Terbakar di Jalan Lintas Bongo Jambi

Home / Hukrim / Uncategorized

Kamis, 6 Juli 2023 - 11:18 WIB

Diduga Beri Kesaksian Palsu Di PN Tanjabtim, Thawaf Aly Lapor Polisi

JURNALISHUKUM.COM, TANJABTIM – Thawaf Aly melaporkan 6 (enam) orang yang diduga memberikan kesaksian palsu dalam persidangan Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Dimana kesaksian tersebut pada salah satu perkara yang terjadi pada Senin 10 Februari 2020 lalu.

Dimana Thawaf Aly dilaporkan oleh PT. EWF terkait pendudukan lahan tanpa izin didalam HGU PT. EWF, sementara waktu itu Thawaf Aly selaku pendamping masyarakat (advokasi) dari LSM TUMPAS, atas laporan PT. EWF tersebut sehingga Thawaf Aly menjadi Terdakwa.

Untuk dugaan pelaku kesaksian palsu yang memberikan kesaksian palsu tersebut, berinisial SA Humas PT.EWF, H.KD, DL mantan Kades Merbau, ST Legal PT.EWF dan 2 (dua) orang lagi karyawan PT. EWF menurut Thawaf Aly lupa namanya.

“Semua saya laporkan 6 (enam) orang, 2 (dua) orang lagi saya lupa, yang jelas 2 (dua) orang tersebut karyawan perusahaan,” katanya kepada media jurnalishukum.com setelah selesai membuat laporan pengaduan di Polres Tanjung Jabung Timur, Rabu (5/7) kemarin.

Menurut Agus, S.H selaku Penasehat Hukum Thawaf Aly, sebagaimana diatur dalam Pasal 242 Ayat 1 dan 2 KUHP. Pasal 242 Ayat 1 berbunyi :

Barang siapa dalam keadaan di mana undang-undang menentukan supaya memberi keterangan di atas sumpah atau mengadakan akibat hukum kepada keterangan yang demikian, dengan sengaja memberi keterangan palsu di atas sumpah, baik dengan lisan atau tulisan, secara pribadi maupun oleh kuasanya yang khusus ditunjuk untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

” Sementara Ayat 2 bunyinya, jika keterangan palsu di atas sumpah diberikan dalam perkara pidana dan merugikan terdakwa atau tersangka, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun,” ujarnya.

Lebih lanjut Thawaf Aly juga menjelaskan, laporan pengaduan berdasarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur telah inkrah Nomor 8/Pid.B/2020/PN dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 2177 K/Pid. Sus/2021, dimana salah satu putusan berbunyi :

BACA JUGA  LSM Tumpas Laporkan Dugaan Mafia Tanah Ke Kejati Jambi

“menyatakan terdakwa Thwaf Aly Bin H. Aly (Alm) tersebut tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan pertama Penuntut Umum”. (M. Hatta)

Share :

Baca Juga

Batang Hari

Awak Media kecewa, Kejari Batanghari Bungkam Pasca Pelimpahan Kedua P-21, Tersangka Tipikor Puskesmas Bungku

Batang Hari

Nah…!!!Aktivitas Angkutan Batubara Di Jambi Kembali Dihentikan Sementara

Hukrim

Ini Babak Baru Ayah Tiri Perkosa Bocah Leukemia Usai Dilimpahkan ke Kejaksaan

Batang Hari

Bupati Batanghari : Kita Berupaya Memperluas Lahan Sawah

Hukrim

Polisi Selidiki Temuan Tulang Belulang Manusia yang Ditemukan di Area Distrik 1 PT WKS

Hukrim

LSM Tumpas Laporkan Dugaan Mafia Tanah Ke Kejati Jambi

Batang Hari

Bupati Batanghari Hadiri Rapat Paripurna di DPRD

Uncategorized

KPK RI Hadiri Pelantikan MD KAHMI di Banyuasin