https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Hukrim

Rabu, 16 April 2025 - 20:16 WIB

Baru Saja Raih Gelar Doktor, Hakim Djuyamto Langsung Praktik Korupsi

Oplus_131072

Oplus_131072

JURNALISHUKUM.COM, JAKARTA – Dunia ini panggung sandiwara. Hari ini, hakim yang merangkap humas PN Jaksel, Dr. Djuyamto, S.H., M.H., membuktikan sendiri lirik lagunya Achmad Albar yang lejen itu.

Dia, si Djuyamto ini, baru saja lulus program doktor di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 31 Januari 2025 lalu. Disertasinya ngeri: Model Pengaturan Penetapan Tersangka oleh Hakim Pada Tindak Pidana Korupsi Berbasis Hukum Responsif.

Ringkasnya, jika dalam proses persidangan ada kesaksian yang menunjukkan ada tersangka baru yang belum diproses secara hukum, hakim bisa menetapkan saksi sebagai tersangka baru. Wow!

“Sebagai hakim, hati nurani saya terusik,” ujarnya, saat mempertahankan disertasinya di depan para Guru Besar FH UNS. Eh, baru dua bulan bergelar “Doktor Korupsi”, Djuyamto kok malah dicokok Kejagung.

Dia diduga turut menerima suap bersama Ketua PN Jaksel Muhammad Arif Nuryanta, Hakim Agam Syarif Baharudin, Hakim Ali Muhtarom, Panitera Muda Perdata Wahyu Gunawan, dan dua advocat, yakni Marceila Santoso dan Aryanto.

Mereka ditangkap pada Sabu (12/4) dan Minggu (13/4) Kejagung. Dia benar-benar bersandiwara. Tak hanya di depan Guru Besar FH UNS yang mengujinya.

Tapi juga di depan masyarakat Indonesia yang merindukan keadilan. Benar-benar menjengkelkan.

Disertasi Djuyamto yang memberi peluang hakim menetapkan seorang saksi sebagai tersangka baru sangat kontroversial. Ini terobosan berani dan out of the box.

Dia membuat disertasi tersebut berawal dari pengalamannya saat mengadili kasus kehutanan di Dompu, NTB. Dialah yang pertama kali menetapkan seorang saksi sebagai tersangka. Hal yang belum pernah dilakukan dalam sistem peradilan Indonesia.

Menurut dia, tindakan ini sangat diperlukan mengingat kejahatan korupsi seringkali bersifat terorganisir dan melibatkan banyak pihak. Sepertinya, dia tahu banyak permainan ‘hengky pengky’ di peradilan Indonesia.

BACA JUGA  Seorang Jurnalis Di Sarolangun Dikeroyok Diduga Mafia Pelangsir BBM Bersubsidi

Guru Besar UNS, Prof Pujiyono Suwadi, yang memimpin sidang promosi doktor Djuyamto sampai turut berdecak kagum.

“Saya doakan, nanti ada nama Djuyamto dalam daftar hakim agung kita,” ujar Prof Pujiyono saat itu.

Tapi, apa lacur? Djuyamto ternyata sedang bersandiwara.

Bukannya menetapkan saksi sebagai tersangka baru, dia malah membuat terobosan baru lagi: menetapkan hakim sebagai tersangka korupsi. Ajuuurrr!

Editor : Heriyanto S.H.,C.L.A

Share :

Baca Juga

Hukrim

Dua Orang Tersangka Dugaan Korupsi Bank BNI di Tahan Kejati Jambi

Hukrim

Nasabah Waspada Kolektor Finance Memaksa Penarikan Menyalahi Prosedur

Batang Hari

Awak Media kecewa, Kejari Batanghari Bungkam Pasca Pelimpahan Kedua P-21, Tersangka Tipikor Puskesmas Bungku

Hukrim

Dua Orang Pengendara Motor N-Max di Merangin Meninggal di Tempat

Hukrim

Nah…!!!Kacabjari Batanghari dan Tim Berhasil Tangkap Mantan Kades Olak Besar Kecamatan Batin XXIV

Hukrim

Wuih….Direktur dan Broker Terlibat! Tersangka Baru Korupsi Alat Praktik Sekolah di Jambi

Hukrim

Kasus Pembunuhan Saidina Ali (Anang Husein), Begini Kronologisnya,?

Hukrim

Dugaan Tipikor BAKTI Kemenkominto Dinaikkan Ke Tahap Penyidikan
error: Content is protected !!