https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Peristiwa

Minggu, 7 Januari 2024 - 10:41 WIB

Kadis PUTR Batanghari Tebar Hoax, Terkait Soal Pembangunan Jalan Kabupaten Di Mersam

JURNALISHUKUM.COM, BATANGHARI – Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Batanghari, Jambi, H Ajrisa Windra ST MM tebar hoax Terkait persoalan pembangunan Jalan Kabupaten di Kelurahan Kembang Paseban Kecamatan Mersam.

Berdasarkan keterangan melalui percakapannya melalui via Ponsel pada Kamis (4/1) sekitar pukul 8:10 WIB kepada Jurnalishukum.com beliau mengatakan, bahwa perbaikan jalan Kabupaten Batanghari di Kelurahan Kembang Paseban Menuju Desa Mersam akan segera di kerjakan sekitar dua hari lagi.

“Ya, perintah Pak Bupati, jalan tersebut sekitar dua hari lagi akan segera kita kerjakan, karena beberapa hari lalu kita baru tutup buku anggaran,” katanya.

Ketika ditanya soal kerusakan jalan yang sudah dilakukan oleh pihaknya dan terdapat beberapa titik yang sudah di lobang. Dirinya membenarkan bahwa proses pekerjaan tersebut sengaja dihentikan sementara.

Kembali ditanya soal banyaknya korban kecelakaan di jalan yang sudah mengangah di badan jalan tersebut. Dia juga membenarkan, bahwa lobang tersebut akan segera di tambal sulam secara bertahap.

“Kemudian itu dana swakelolah dan anggarannya sebesar Rp1 miliar untuk jalan di dalam wilayah Kabupaten batanghari. Untuk jalan di Mersam itu hanya tambal sulam dan peching kemudian di aspal,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Sirojuddin, Ketua Komisi I DPRD Batanghari menjelaskan, bahwa untuk proses pembangunan atau perbaikan jalan itu tidak ada anggarannya, makanya mereka tidak melanjutkan pekerjaan itu.

Dimana sebenarnya, untuk pembangunan jalan di dalam wilayah Kabupaten Batanghari sebenarnya anggarannya sebesar Rp15 miliar dari dana APBD Batanghari Tahun 2023. Bahkan, dengan adanya defisit anggaran menjadi Rp1 miliar.

“Pemkab Batanghari harus bertanggungjawab, jika belum ada anggarannya kenapa jalan itu dirusak dan di lobang seperti itu. Kemudian banyak juga korban kecelakaan di jalan tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA  Tim Gabungan di Batanghari Musnahkan Puluhan Sumur Illegal

Dia juga mengharapkan, kepada Bupati Batanghari dapat mengevaluasi kinerja Kepala Dinas PURT Batanghari dan jajaranya. Alhasil, apa yang sudah di sampaikan kepada publik harus di pertanggungjawabkan.

Perlu untuk kita ketahui, bahwa selama ini Pemkab Batanghari tutup mata soal pembangunan jalan di Kecamatan Mersam. Bahkan, jalan Kabupaten yang sudah bertahun-tahun tidak diperbaiki, kini di lobangi dengan alasan akan di bangun dengan program tambal sulam dan pecing pada perbaikan jalan tersebut.

Kadir, warga Kelurahan Kembang Paseban mengatakan, terkait dengan lobang yang digali di badan jalan membuat genangan air dan juga rawan akan kecelakaan untuk pengendara motor.

“Di depan rumah saya ini sudah dua orang pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan. Kemudian lobang ini sejak bulan lalu di lobangi tanpa ada perbaikan sampai dengan tahun baru 2024 lagi,” kata Kadir beberapa waktu lalu.

Dia juga mengatakan, di dalam proses perbaikan yang di lakukan pihak Pemkab Batanghari terlihat kurang serius. Di lokasi perbaikan jalan, tepatnya di jembatan arah keluar simpang mersam, terlihat satu unit alat berat dan tumpukan batu kecil terdampar.

Sanusi, warga Desa Kembang Tanjung juga mengatakan, bahwa pengerjaan pembangunan jalan seperti ini kurang memuaskan bagi masyarakat. Pasalnya, dampak dari keteledoran pekerjaan ini banyak yang menjadi korban.

“Rusaknya jalan sudah lama dan sampai hari ini belum diperbaiki dengan tampal sulam di setiap lobang yang sudah dirusak. Apalagi sering terjadi kecelakaan dan beberapa orang sudah ada yang jatuh dari motornya,” katanya.

Rin, warga RT05 Kelurahan Kembang Paseban juga mengatakan, pembangunan jalan ini juga tidak memiliki papan merek yang dapat menjelaskan kepada masyarakat, pembangunan jalan tersebut menggunakan dana apa.

BACA JUGA  Ini Tanggapan JPU Atas Eksepsi Atas Nama Terdakwa Putri Candrawati

“Selain itu kondisi badan jalan sudah banyak yang di lobangi, lebih kurang sedalam 5 sampai dengan 7 centimeter bahkan ada yang 10 centimeter dan kemudian di biarkan begitu saja, sampai sekarang tidak ada tanda-tanda perbaikan,” ungkapnya.

Senada di katakan Din, warga yang sama, bahwa dengan adanya lobang jalan yang sudah dirusak tersebut membuat pengguna jalan alami kecelakaan akibat dari dalamnya lobang jalan yang sudah di gali pihak terkait.

“Coba kalian lihat sendiri dan turun ke lapangan, melihat kondisi jalan yang sudah di lobangi tidak dilakukan perbaikan, hari ini sudah masuk tahun 2024 dan pertanyaannya pembangunan jalan ini menggunakan dana apa,” ujarnya.

Man Wil, warga kelurahan setempat juga mengungkapkan, ada beberapa orang pengguna jalan sudah banyak yang menjadi korban akibat lobang jalan itu. Bahkan, kondisi jalan yang sudah di lobangi itu sangat memprihatinkan.

“Jalan ini merupakan jalan kabupaten bagi masyarakat Kelurahan, Desa Kembang Tanjung dan Desa Mersam. Dan perlu untuk kita ketahui bahwa jalan ini setiap hari di lintasi oleh masyarakat di dua desa dan satu kelurahan termasuk warga desa sekitar, ” tandasnya.

Jurnalis Hukum : Heriyanto S. H., C. L. A

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Ponton Muatan Batubara Terbalik, Sungai Batanghari Kembali Tercemar

Peristiwa

“Setelah Viral Baru Sibuk”: Bendera Sobek di Kantor Kecamatan Jayanti Akhirnya Diganti, Sebelumnya Ke Mana Saja?

Peristiwa

Kelompok Tani Madu Bengkal Berulah Lagi, H Aspan : Kami beri Waktu 3 bulan Lengkapi Legalitas

Peristiwa

Nah..!!! Kapolresta Tangerang Bersama KKP serta Forkopimda Provinsi Banten Tinjau Proses Bongkaran Pagar Laut

Nasional

“Tom Lembong”. Apa Artinya dan Mengapa Penting Dipahami Publik?

Peristiwa

Dugaan MBG Lagi..!!! Tiga Orang Guru SMP Negeri 7 Kota Jambi Alami Keracunan Usai Cicip Menu MBG 

Batang Hari

Hari Ini Aktivitas PETI di TKD Sungai Ruan Ilir Marosebo Ulu Kembali Beroperasi, Kades : Ya, Itu Adalah Keluarga Saya

Nasional

Kawasan Karhutla di Tanjabtim Jambi Rawan Kebakaran 
error: Content is protected !!