https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Batang Hari / Nasional / Politik / Uncategorized

Minggu, 22 Februari 2026 - 21:38 WIB

Setelah Viral, PT MSS Simpang Sungai Rengas Batang Hari Kini Diduga Buat Lubang Limbah Baru

JURNALISHUKUM.COM, BATANGHARI – Setelah Viral, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik Mutiara Sawit Semesta (MMS) yang berlokasi di Kelurahan Simpang Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, kini diduga telah membuang lubang limbah baru. Hal ini berdasarkan investigasi media online di lapangan pada Minggu (22/2) siang.

Selain membuat lubang limbah baru, sebagian limbah sengaja di buang ke Sungai Pilau dengan menggunakan pipa karet dengan menggunakan mesin dan ini berdampak pada pencemaran lingkungan sekitar dan juga warga yang berada di Pinggiran Sungai Rengas dan Sungai Batanghari.

“Pencemaran limbah busuk ini sudah lama mencemari air sungai Pilau dan Sungai Rengas serta Sungai Batang Hari. Dan biasanya setahun sekali pihak Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi ini turun dan melihat kondisi limbah perusahaan milik seorang pengusaha Cina dari medan,” kata Adi, mantan pegawai di Pemerintahan Kecamatan Marosebo Ulu ini.

Dia mengatakan, terkait pencemaran ini tidak ada sangsi tegas, baik itu pihak pemerintahan bawah, Kabupaten, Provinsi dan juga pihak pemerintahan pusat. Dan seolah-olah sengaja mereka biarkan dan tanpa ada cara untuk mengatasi pencemaran limbah mencemari lingkungan dan air sungai.

“Menurut saya, kolam limbah perusahaan ini tidak memenuhi standar pabrik dan begitu juga dengan izin Mendirikan pabrik kelapa sawit. Dimana perusahaan pabrik ini tidak memiliki kebun kelapa sawit yang mencukupi sesuai dengan izin yang berlaku,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, terlihat kuat perusahaan pabrik kelapa sawit ini dengan segala pelanggaran, tanpa ada tindakan dari pihak terkait. Padahal, manfaat dari berdirinya pabrik ini juga tidak ada dan terlihat limbahnya sampai sekarang mencemari lingkungan sekitar dan sungai.

BACA JUGA  Bupati Batanghari Terus Upaya Tenaga Honorer Diangkat Jadi PPPK di Tahun 2024 Ini

“Tolong kepada pemangku kebijakan agar dapat membuka mata demi masyarakat, jangan asal terima laporan saja dan diduga mendapat setoran dari pihak perusahaan,” jelasnya.

Pantauan dilapangan, linbah pabrik kelapa sawit ini sudah berbau tak sedap dan mencemari lingkungan, lalu dibuang ke sungai Pilau. Bahkan, setelah persoalan ini viral di berbagai media, perusahaan tersebut diduga mulai membuat sejumlah lubang kecil di lahan milik pribadi yang difungsikan sebagai tempat pembuangan limbah.

Langkah ini disinyalir sebagai upaya untuk menghilangkan jejak pembuangan limbah ke aliran sungai.

“Kalau kapasitas lubang-lubang kecil itu tidak akan mampu menampung limbah dari PT MSS. Apalagi saat hujan, diduga limbah tersebut tetap akan mengalir dan berpotensi dibuang ke sungai juga,” ungkap Rudi.

Dimana, pada lubang-lubang berukuran kecil tersebut terlihat baru digali, lengkap dengan instalasi pipa yang juga diduga baru dipasang. Sementara itu, kolam penampungan limbah yang tersedia di lokasi hanya berjumlah enam unit.

Belum lama ini, Humas PKS PT MSS, Bagas membenarkan akan adanya pencemaran limbah tersebut dan setelah viral,? Dia mengatakan mendapat telpon dari Gakum Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi agar dapat mengatasi media dalam mempublikasikan pencemaran limbah perusahaan.

“Tolong lah bang, kami mendapat telpon dari Provinsi agar publikasi pencemaran limbah ini tidak mencuat lagi,” tandasnya singkat.

Sementara itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi melalui Faridah mengatakan lewat Via Whatsapp nya, bahwa Dinas Lingkungan Hidup Provinsi sudah lama melimpahkan persoalan ini kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari.

Hingga berita ini disiarkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari belum berhasil untuk dimintai keterangan terkait pencemaran limbah tersebut. Dan jurnalishukum.com juga sudah mencoba menghubungi Kepala Dinas, namun belum ada tanggapan.

BACA JUGA  Perwiritan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Bagikan Sembako Kepada Anak Yatim-Piatu Dan Kaum Dhuafa

Perlu diketahui, terkait pencemaran limbah perusahaan ini sudah dilaporkan ke Kementerian LH RI dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi, namun juga belum ada jawaban terkait langkah yang akan dilakukan oleh instansi terkait. (Ist)

Share :

Baca Juga

Politik

Polres Teluk Bintuni dan Kompi Brimob 3A Bintuni latih personel pengamanan untuk Calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilkada 2024

Politik

Nah..!!! Ketua Dewan Penasehat DPC Gerindra Batang Hari Undurkan Diri

Hukrim

Warga Mersam Somasi Kepada PT ASSB Soal Dugaan Perusakan Dan Pencemaran Limbah

Nasional

HUT TNI Ke-78, Kapolri Harap TNI-Polri Terus Bersinergi Hadapi Tantangan

Batang Hari

Bupati Batanghari Berikan Bonus Atlit

Batang Hari

Bupati Batanghari dapat reward dari Wapres RI
Suasana Rapat Banggar di Gedung DPRD Batanghari, Jumat (7/7) pekan lalu.

Batang Hari

Ada Apa Dengan Ibrahim PDIP Batanghari Soal TPP ASN di Banggar DPRD

Nasional

Pelatihan Membatik TP PKK Kabupaten Teluk Bintuni Hadirkan Mentor dari Jogja
error: Content is protected !!