https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Nasional / Peristiwa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:04 WIB

Isu Viral Di Kabupaten Batang Hari, Lahan Cetak Sawah Diduga Tidak Sesuai Dengan Harapan

JURNALISHUKUM.COM, BATANGHARI – Isu yang lagi viral di dalam wilayah Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi, dengan merencanakan lahan cetak sawah yang kini tidak sesuai dengan harapan. Pasalnya, lahan cetak sawah untuk ketahanan pangan nasional kini digenangi air yang meluap dari sungai kecil dan sungai batanghari serta pasca terjadinya hujan yang akhir-akhir ini melanda daerah setempat.

“Bagaimana perencanaannya, sehingga lokasi lahan tidur yang disulap menjadi lahan cetak sawah yang mudah digenangi air. Sehingga jauh dari harapan untuk kita jadikan program ketahanan pangan dari Kementerian Pertanian seluas 783,11 hektar ini,” kata Adi, warga di Kecamatan Muara Bulian.

Dia juga mengatakan, secara logika dan juga warga yang setiap hari melihat kondisi lahan cetak sawah yang baru diresmikan oleh kementerian pertanian belum lama ini menilai, bahwa untuk kondisi lahan cetak sawah yang seperti ini mudah digenangi air ini dan tidak cocok untuk dijadikan lumbung pangan.

“Coba kita lihat di lokasi lahan cetak sawah di belakang pasar keramat tinggi Muara Bulian, di lokasi ini lahan cetak sawah berdampingan dengan sungai dan air sungai tersebut sama datarnya dengan lokasi lahan cetak sawah yang baru selesai dikerjakan dan kondisi sekarang sudah tergenang banjir,” ujarnya.

Senada dikatakan, Amri, warga kecamatan Mersam, bahwa setiap melintasi Pasar Lama Muara Tembesi, bahwa ada lahan yang sudah dijadikan lahan cetak sawah sudah digenangi air dan seperti lautan. Dan kondisi lahan cetak sawah tersebut juga berada dekat dengan sungai batanghari.

“Mubazir uang rakyat membangun lahan cetak sawah itu dan anggaran untuk membuka lahan pertanian seperti ini pasti besar akan tetapi potensi lahannya sangat memprihatinkan, sebab lokasi lahan tersebut menurut saya tidak layak dijadikan lahan cetak sawah, karena lokasinya di dataran rendah dan mudah digenangi banjir,” jelasnya.

BACA JUGA  Kapolres Batanghari : Pelaku Penembakan Di Mersam Karena Salah Paham

Perlu diketahui, proyek raksasa lebih kurang 783 hektar ini tersebar di tujuh kecamatan yang katanya siap menjadi sentra pangan baru, seperti Kecamatan Batin 24: 225,78 hektar, Kecamatan Muara Bulian: 198,48 hektar, Kecamatan Muara Tembesi: 134,27 hektar, Kecamatan Mersam: 93,34 hektar, Kecamatan Marosobo Ulu: 76,15 hektar, Kecamatan Marosobo Ilir: 30,79 hektar, Kecamatan Pemayung: 24,30 hektar.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Panganan Pertanian dan Perikanan Batanghari, Roma Uliana di media online belum lama ini menegaskan bahwa program ini adalah inisiatif penuh pemerintah pusat untuk membuka lahan pertanian baru.

“Jadi lokasi-lokasi yang berpotensi untuk dibuka menjadi lahan sawah, akan dibantu pemerintah,” jelas Roma.

Penting dicatat, lahan yang dibuka ini adalah lahan baru, bukan bagian dari lahan baku sawah (LBS) yang sudah ada. “Syarat untuk cetak sawah tuh, dia harus di luar LBS yang 8.000 (hektar) ini,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, Roma juga membocorkan adanya harapan baru. Pihaknya mengincar “lahan-lahan tidur” untuk dihidupkan kembali melalui program rehabilitasi sawah, yang diharapkan bisa meluncur pada 2026 mendatang. (*)

Editor : Heriyanto

Share :

Baca Juga

Muaro Jambi

Muaro Jambi Mencekam, IMSG berikan Kartu Kuning ke Pj.Bupati Tuntut Tutup PT PAL

Nasional

BMKG: Bibit Siklon 99W Picu Hujan Lebat, Siaga 3 Provinsi

Hukrim

Seorang Jurnalis Di Sarolangun Dikeroyok Diduga Mafia Pelangsir BBM Bersubsidi
Foto : Sidang Lembaga Adat Desa Ture Kecamatan Pemayung, Senin (14/11/2022) lalu.

Peristiwa

Kades Ture Pemayung Diminta Jangan Tutup Mata Dan Bantu Warga Cari Keadilan

Peristiwa

Diduga, Tiga Oknum Anggota Komisi II DPRD Batanghari Terima Uang Dari Sengketa Tanah di Desa Kuap Pemayung

Nasional

Anggota DPR NasDem Di Tangkap Kejagung RI

Nasional

Pemkab Nagan Raya Selenggarakan Upacara Kibar Obor Api PON XXI 

Peristiwa

Seorang Warga Bungo Tenggelam di Sungai Batang Tebo
error: Content is protected !!