https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Nasional

Kamis, 18 September 2025 - 09:59 WIB

Yessi, Jubir KoPPeduli : DPRK Aceh Timur Harus Bertindak untuk Masyarakat Lingkar Tambang

JURNALISHUKUM.COM, ACEHTIMUR – Yessi, Jubir Komunitas Perempuan Peduli Lingkungan (KoPPeduli), menyampaikan harapan kepada pemerintah Aceh Timur agar lebih peduli terhadap permasalahan lingkungan yang dihadapi oleh masyarakat lingkar tambang.

Dalam sebuah audiensi, Yessi mendesak DPRK Aceh Timur untuk segera membentuk Pansus terkait Tata Kelola Lingkungan guna mengungkap pencemaran udara yg di duga terjadi akibat aktivitas pemeliharaan fasilitas produksi PT Medco E&P Malaka.

Yessi juga meminta DPRK Aceh Timur untuk lebih peduli terhadap keluhan dan aspirasi masyarakat, mengingat kinerja lembaga ini dinilai lemah selama ini.

“Sangat disayangkan jika masyarakat harus terus menderita tanpa solusi yang jelas, apalagi sejak tahun 2021 hingga saat ini,tidak ada satu pun pernyataan resmi dari pihak manapun yang menjelaskan tentang sumber bau nya dari mana, karena apa, dan siapa pihak yg harus bertanggung jawab” ungkap Yessi.

Yessi menjelaskan, bahwa bau busuk yang di hirup masyarakat desa Panton Rayeuk T tersebut telah mengakibatkan puluhan masyarakat mengalami gejala keracunan gas, yang puncaknya pada 24 September 2023 lalu, sebanyak 35 org harus dilarikan ke rumah sakit umum Zubir Mahmud, untuk mendapatkan pertolongan medis.

Yessi berharap pemerintah tidak hanya mendatangkan tim Gegana untuk mendeteksi sumber bau busuk tersebut tanpa memberikan solusi konkret kepada korban.

“Walaupun hasilnya nihil, korban tetap ada,” tegasnya dalam forum tersebut.

Dengan demikian, Yessi berharap pemerintah Aceh Timur dapat mengambil tindakan yang lebih serius dan berkelanjutan untuk menyelesaikan permasalahan ini. (Zahari)

BACA JUGA  Diduga, PT. ATGA Kuasai Lahan Masyarakat Tanpa izin, Kuasa Hukum Layangkan Somasi

Share :

Baca Juga

Cerita Rakyat

Alvin Lim, Sosok yang Berani Melawan Ketidakadilan Hukum di Negeri Ini

Hukrim

Nah..!!! Soal Bangunan Islamic Center Batang Hari, PTUN Jambi Kuatkan Putusan KIP

Nasional

Festival Hutan Adat I se-Tanah Papua: Merayakan Warisan Alam dan Budaya Suku Moskona di Teluk Bintuni

Nasional

Isu Viral Di Kabupaten Batang Hari, Lahan Cetak Sawah Diduga Tidak Sesuai Dengan Harapan

Nasional

Tim Itwasum Polri Audit Kinerja 6 (enam) Polres Jajaran Polda Sulut di Amurang

Nasional

Gugatan Anwar Usman Sebagian Dikabulkan, Pengangkatan Ketua MK Suhartoyo Dianggap Batal

Nasional

Berprestasi dan berdedikasi, Kapolres Teluk Bintuni pimpin upacara pemberian penghargaan

Nasional

Pelayanan Dukcapil Teluk Bintuni di Distrik Moskona Timur Mempermudah Akses Dokumen Kependudukan
error: Content is protected !!