https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Cerita Rakyat

Rabu, 12 Februari 2025 - 18:55 WIB

Warga di Desa Koper terpaksa tinggal di rumah tak layak huni, menanti uluran tangan dan kepedulian dari pemerintah desa

JURNALISHUKUM.COM, TANGERANG – Kondisi memprihatinkan sebuah rumah di Desa Koper RT 02/01, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, mencuri perhatian masyarakat. Rumah tersebut dinilai sudah tidak layak huni karena struktur bangunan yang rapuh dan fasilitas yang sangat minim.

Menurut warga setempat, rumah tersebut dihuni oleh bapak Harkat yang tinggal bersama istri dan tiga anak nya, yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Bangunan rumah yang terbuat dari material kayu sudah lapuk dimakan usia, atapnya bocor, dan dindingnya berlubang. Saat musim hujan, air masuk ke dalam rumah, sehingga penghuninya kesulitan untuk beristirahat dengan nyaman.

“Kalau hujan, air selalu masuk ke dalam rumah. Kami juga khawatir atapnya roboh karena sudah banyak bagian yang rusak,”
ujar salah satu penghuni rumah tersebut.

Warga sekitar pun berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk membantu keluarga ini mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Saat dimintai keterangan, menyatakan bahwa pihaknya telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan melalui program bedah rumah, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Kami sudah mencoba mengajukan ke pemerintah melalui program bantuan sosial, tapi belum ada respons. Kami sangat berharap ada tindakan cepat karena kondisi rumah ini sudah membahayakan,” ungkapnya.

Kondisi seperti ini bukan pertama kali terjadi di Kecamatan Kresek. Berdasarkan data yang dihimpun, masih banyak warga di kawasan tersebut yang tinggal di rumah tidak layak huni akibat keterbatasan ekonomi.

Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera mengambil langkah konkret.

Masyarakat sekitar juga turut berinisiatif menggalang donasi untuk membantu memperbaiki rumah tersebut. Namun, mereka tetap berharap adanya intervensi langsung dari pemerintah, baik berupa bantuan material maupun program renovasi rumah.

BACA JUGA  Pecah..!!!Aksi Solidaritas Peduli Palestina Di Batanghari Di Hadiri Ribuan Orang

Permasalahan rumah tidak layak huni ini menjadi cerminan betapa pentingnya pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

Pemerintah Kabupaten Tangerang diharapkan segera turun tangan untuk memastikan warga dapat tinggal di rumah yang layak dan aman. higa berita ini dimuat pemerintah setempat belum dapat di kompermasi. (Sarman)

Share :

Baca Juga

Cerita Rakyat

Dinar Candy Ikut Di Tipu Pengusaha Kapal Tongkang di Jambi

Cerita Rakyat

Sidang Terbuka tapi Wartawan Dihalangi? PERMAHI: Ini Pembusukan Demokrasi

Cerita Rakyat

AWaSI Jambi Peringati HUT ke-3 dengan Media Gathering dan Launching Program Kerja 2026 di Muaro Bungo

Cerita Rakyat

Dugaan Mark Up Pembelian Tanah RTH di Mersam Sudah Di Laporkan Ke BPK RI Perwakilan Jambi

Cerita Rakyat

Asisstant Proffesor, Adv. Mohammad Mara Muda Herman Sitompul, S.H., M.H : Menyoal Pemakzulan Presiden Dalam Kajian Singkat

Cerita Rakyat

Cipayung Plus Bersama Polres Kota Padang Sidempuan Gelar Berbagi Sembako

Cerita Rakyat

Diduga, Buruh Pekerja Terzolimi-PHK karyawan Tanpa Prosedur UU Cipta Kerja

Cerita Rakyat

DPP Ormas PBJB Jambi Turun Ke lokasi Bantu Evakuasi Musibah Korban Banjir
error: Content is protected !!