https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Hukrim

Jumat, 28 Februari 2025 - 08:45 WIB

Polisi Gerebek Kos-kosan di Lebak, Pemuda Diduga Muncikari Ditangkap

JURNALISHUKUM.COM, LEBAK – Polisi menggerebek sebuah kos-kosan di Kampung Tarik Kolot, Kelurahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi.

Dalam operasi tersebut, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lebak mengamankan seorang pemuda berinisial A (25), warga Rangkasbitung, yang diduga sebagai muncikari.

Kanit PPA Polres Lebak, Ipda Limbong, mengungkapkan bahwa A menyewa kos-kosan tersebut untuk menjalankan bisnis prostitusi. Yang lebih mengejutkan, wanita yang dijajakan adalah anak di bawah umur yang telah putus sekolah.

“Kami mengamankan seorang pemuda berinisial A yang diduga sebagai muncikari. Kos-kosan itu digunakan sebagai tempat prostitusi, dan para wanita yang ditawarkannya masih di bawah umur,” ujar Ipda Limbong.

Terungkapnya kasus ini bermula dari laporan warga yang curiga dengan aktivitas di kos-kosan tersebut. Warga sering melihat pria tak dikenal keluar-masuk tempat itu pada waktu tertentu.

“Jika ada pelanggan yang ingin memesan wanita, A yang mengaturnya. Dia telah menjalankan praktik ini selama enam bulan dengan tarif Rp300 ribu hingga Rp350 ribu per kencan,” jelasnya.

Dari setiap transaksi, A mengantongi keuntungan sekitar Rp100 ribu hingga Rp130 ribu. Kini, ia bersama barang bukti berupa handphone, uang tunai, dan alat kontrasepsi telah diamankan di Mapolres Lebak untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Pelaku akan dijerat dengan Pasal 296 dan/atau Pasal 506 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara,” tutupnya. (Sarman)

BACA JUGA  Korwil II Jampidsus Kejagung Lakukan Monitoring dan Evaluasi di Kejati Jambi

Share :

Baca Juga

Hukrim

Nah..!!! Kejati Jambi Sorot Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Reboisasi DLH Batanghari

Hukrim

Dua Orang Pelaku Dugaan Pengeroyokan Di Tangkap Jajaran Polres Sarolangun

Hukrim

Satgas BPABB, ATJ Dan Polsek Muara Tembesi Mediasi Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas di Batin XXIV

Hukrim

Kejagung Tetapkan dan Lakukan Penahanan Terhadap 4 Orang Tersangka Dalam Perkara Impor Garam Industri

Hukrim

Polresta Jambi Tangkap Seorang Penyalahgunaan Narkoba

Hukrim

Kasus TPPO di Tanjabar Masih dalam Penyidikan, Kedua Korban Dibawa ke Alyatama Jambi

Hukrim

Viral di Sosmed, Jaksa Sikapi Laporan Pengacara Dalam Eksekusi Terpidana Andy Veryanto

Hukrim

Polres Teluk Bintuni kerahkan 264 Personel dalam pengamanan rapat terbuka Pilkada 2024
error: Content is protected !!