Pelaksanaan Proyek Bangunan Kampung Nelayan Merah Putih Kota Palopo Jadi Sorotan

- Penulis Berita

Minggu, 8 November 2026 - 20:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALISHUKUM.COM, KOTAPALOPO – Pelaksanaan proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Benteng, Kota Palopo, kini menjadi sorotan. Pasalnya, muncul dugaan bahwa pembayaran upah sejumlah pekerja belum direalisasikan selama kurang lebih dua minggu.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, dengan nama kegiatan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Benteng Kota Palopo.

Adapun informasi pada papan proyek mencantumkan:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

– Lokasi: Benteng, Kota Palopo.
– Kontraktor pelaksana: PT Darwin Kembar Jaya.
– Nilai kontrak: Rp2.895.226.964,58 (termasuk PPN 11%).
– Tahun anggaran: 2026.
– Sumber dana: APBN.
– Tanggal kontrak: 22 Juli 2026.
– Tanggal SPMK: 5 Agustus 2026.
– Waktu pelaksanaan: 135 hari kalender.

Dengan nilai kontrak miliaran rupiah yang bersumber dari APBN, pelaksanaan proyek ini tentu menjadi perhatian publik, khususnya terkait transparansi, kualitas pekerjaan, dan pemenuhan hak-hak tenaga kerja.

UPAH PEKERJA DIDUGA BELUM DIBAYARKAN

Persoalan yang menjadi perhatian adalah adanya informasi dari pekerja mengenai dugaan belum dibayarkannya upah selama kurang lebih dua minggu.

Jika informasi tersebut benar, kondisi ini patut menjadi perhatian serius pihak kontraktor maupun instansi yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan.

Para pekerja merupakan bagian penting dalam pembangunan. Hak mereka atas upah harus dipenuhi sesuai kesepakatan dan ketentuan yang berlaku.

Selain persoalan pembayaran upah, masyarakat juga perlu mendapatkan penjelasan mengenai progres pekerjaan di lapangan. Apakah pelaksanaan proyek berjalan sesuai jadwal kontrak atau justru mengalami hambatan?

Adi, Ketua JH DESAK KONTRAKTOR DAN INSTANSI TERKAIT MEMBERIKAN KLARIFIKASI

Menanggapi persoalan tersebut, Adi meminta pihak kontraktor pelaksana PT Darwin Kembar Jaya agar segera memberikan penjelasan terbuka terkait dugaan keterlambatan pembayaran upah pekerja.

BACA JUGA  PPB Akan Laporkan Kades Sungai Lingkar, TPK Dan PPK Ke Kejari Batanghari Soal Dugaan Penggunaan Dana Desa

“Saya berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pihak pengawas proyek untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap progres pembangunan, administrasi pelaksanaan, dan pemenuhan kewajiban terhadap tenaga kerja,” tambahnya.

“Jangan sampai proyek yang menggunakan anggaran negara bernilai miliaran rupiah justru menyisakan persoalan terkait hak-hak pekerja,” tutupnya.

PERTANYAAN PUBLIK:

1. Mengapa muncul informasi bahwa upah pekerja belum dibayarkan selama dua minggu?
2. Bagaimana perkembangan progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di lokasi Benteng, Kota Palopo?
3. Apakah pihak pengawas proyek telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan?
4. Bagaimana tanggung jawab kontraktor terhadap hak-hak para pekerja?

Publik berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi agar persoalan ini tidak semakin berlarut-larut.

Editor : (Tim)

Berita Terkait

Nah..!!! Dinilai Abaikan Abrasi dan Sampah Pesisir, Aktivis Soroti Konsistensi Gubernur Jambi Al Haris
Jika Ubah Desain, Apakah Ada Indikasi Korupsi Pada Bangunan Islamic Center Batanghari,? Nah, Baca Info Selengkapnya
Diduga PT GBU 2 di Desa Simpang Kubu Kandang Bangun Jalan Tutup Sungai, Ini Pelanggaran Berat,?
Nah..!!! Soal Bangunan Islamic Center Batang Hari, PTUN Jambi Kuatkan Putusan KIP
Luar Biasa..!!! Ketua PWRI Kecam Kadis PUTR Batang Hari Gugat Putusan Komisi Informasi
Viral..!!! Tronton Batubara Tersandung Aksi Warga, Begini Caritanya,?
Anggaran Terus Berjalan Tapi Videotron DPRD Provinsi Jambi Tak Berfungsi
Nah…!!! Ada Bangunan Irigasi Air Tanah di Desa Kembang Tanjung, Tapi Tak Ada Angka Anggarannya

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:27

Diduga Terlibat Laka Maut di Jalan Lintas Meulaboh–Nagan Raya, Mobil L300 Perusahaan Prioritas Disorot

Kamis, 5 November 2026 - 12:28

Wagub Aceh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 07:06

Kecelakaan Pengangkutan CPO di Aceh Barat, Tanggung Jawab CV Mestika Jaya Medan Dipertanyakan

Selasa, 3 November 2026 - 17:11

Polres Nagan Raya Bersama BNN Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:56

Nazirah Soroti Tantangan Ekonomi Aceh Pasc a-Otsus, Daya Saing UMKM Dinilai Kunci Kemandirian

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:25

Ekonomi Syariah Aceh Jangan Berhenti pada Label, Harus Mampu Menguatkan Rakyat

Berita Terbaru