Kades Sungai Ruan Ilir Tutup Mata, Diduga Tanah Kas Desa (TKD) Dijadikan Tempat Aktivitas PETI

- Penulis Berita

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALISHUKUM.COM, BATANGHARI – Kepala Desa (Kades) Sungai Ruan Ilir Kecamatan Marosebo Ulu Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi, Feri Permata, S.Pd. tutup mata terkait tanah kas desa (TKD) Runtuh akibat dari aktivitas warga dengan melakukan penambangan emas tanpa izin (PETI). Bahkan, dengan adanya aktivitas tersebut sepertinya pihak pemerintahan desa juga sudah melakukan pembiaran terhadap warganya yang melakukan penambangan emas di aliran sungai batanghari.

Menurut keterangan warga setempat, bahwa aktivitas PETI ini sudah lama terjadi, tanpa ada aksi dari pihak Pemerintahan desa maupun pihak Polsek Marosebo Ulu. Dan kini, lebih kurang 200 meter TKD yang berbatasan dengan Sungai batanghari saat ini kian memprihatinkan dan Runtuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tidak berani untuk beraksi dengan warga yang menambang di sungai batanghari. Miris nya tanah TKD ini dibiarkan begitu saja dan tanpa ada larangan dari pihak pemerintahan desa dan juga pihak APH, yakni Polsek Marosebo Ulu,” kata warga setempat yang meminta namanya tidak disebut.

Dia juga mengatakan, tanah TKD ini merupakan aset desa yang seharusnya dikelola untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan meningkatkan pendapatan asli desa (PADesa), bukan milik pribadi perangkat desa.

“TKD sering digunakan untuk kepentingan umum, fasilitas sosial, atau disewakan, dengan hasil yang masuk ke kas desa. Tapi kenapa ada aktivitas PETI di lokasi TKD ini dan tidak pernah dilarang, padahal PETI ini sangat merusak tebing dan lingkungan di pinggir sungai dilokasi tanah TKD,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, untuk aktivitas di desa tersebut kian marak, baik di perairan sungai batang hari sampai ke sawah milik masyarakat setempat. Dimana dengan adanya aktivitas tersebut lingkungan sekitar sudah mulai rusak dan lokasi PETI ini juga tidak jauh dari pemukiman masyarakat desa setempat.

BACA JUGA  Rumah Warga Desa Tenam Batanghari Retak Akibat Bangunan Terowongan dan Jalan Batubara

“Untuk PETI di desa kami ini lebih kurang 500 alat, baik itu yang ada disungai Batang Hari sampai dengan sawah sudah menjadi tempat aktivitas Penambangan,” jelasnya.

Sementara itu, Feri Permata, Kades Sungai Ilir ketika di konfirmasi lewat Via Polselnya terkait TKD dijadikan tempat aktivitas PETI oleh warga sekitar. Kades tersebut enggan menjawab dan hingga saat ini media online Jurnalishukum.com terus mencari informasi terkait aktivitas di Desa setempat. (Ist)

Berita Terkait

Tiga Orang Diamankan di Polres Monowali, Diduga Bawa Narkotika, Dua Orang Perempuan
Azhari Bantah Puluhan Unit Motor Sitaan Resmob Polda Jambi Hasil Kejahatan dan Lapor ke Propam Mabes Polri
Wagub Aceh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera
Ketua LSM ABA Apresiasi Kapolri, Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas
Kecelakaan Pengangkutan CPO di Aceh Barat, Tanggung Jawab CV Mestika Jaya Medan Dipertanyakan
Sat Reskrim Polres Nagan Raya Amankan Terduga Pelaku Tambang Emas Ilegal,Sejumlah Barang Bukti Disita
Kejari Nagan Raya Musnahkan Barang Bukti dari 25 Perkara, Sabu Seberat 862,17 Gram Ikut Dimusnahkan
Polda Jambi Gencarkan KRYD Penegakan Hukum Narkoba, 20 Orang Terduga Pengguna Diamankan di Senaung

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:27

Diduga Terlibat Laka Maut di Jalan Lintas Meulaboh–Nagan Raya, Mobil L300 Perusahaan Prioritas Disorot

Kamis, 5 November 2026 - 12:28

Wagub Aceh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 07:06

Kecelakaan Pengangkutan CPO di Aceh Barat, Tanggung Jawab CV Mestika Jaya Medan Dipertanyakan

Selasa, 3 November 2026 - 17:11

Polres Nagan Raya Bersama BNN Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:56

Nazirah Soroti Tantangan Ekonomi Aceh Pasc a-Otsus, Daya Saing UMKM Dinilai Kunci Kemandirian

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:25

Ekonomi Syariah Aceh Jangan Berhenti pada Label, Harus Mampu Menguatkan Rakyat

Berita Terbaru