Menteri Desa Dapat Kritik Keras Setelah Sebut LSM dan Wartawan Bodrex Ganggu Kepala Desa

- Penulis Berita

Minggu, 2 Februari 2025 - 14:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALISHUKUM.COM, TANGERANG – Pernyataan kontroversial Menteri Desa mengenai LSM dan wartawan Bodrex yang disebut-sebut mengganggu kepala desa menuai kritik tajam. Dalam acara yang digelar pada Sabtu (01/02/2024).

Menteri Desa menyarankan agar pihak kepolisian menangkap LSM dan wartawan Bodrex, sebuah pernyataan yang langsung mendapat reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Taslim Wirawan, Ketua Umum LSM Seroja Indonesia.

Taslim menanggapi keras pernyataan sang menteri, menilai bahwa ucapan tersebut sangat tidak bijaksana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apa lagi yang menyampaikan ini adalah seorang menteri yang seharusnya memberikan contoh tentang bagaimana berbicara dan bersikap dengan baik. Pernyataan ini justru menunjukkan kebijakan yang tidak mendukung komunikasi yang konstruktif,” ujar Taslim dengan tegas.

Ia menambahkan, bahwa tidak semua LSM dan wartawan Bodrex berperilaku seperti yang dicontohkan dalam pernyataan Menteri Desa.

“Kalau ada oknum yang melakukan tindakan tidak baik, sebut saja oknum, jangan membuat kesan bahwa semua LSM dan wartawan itu buruk. Hal ini hanya akan menambah kegaduhan di masyarakat,” lanjutnya.

Taslim juga mengingatkan pentingnya keberadaan LSM dan wartawan dalam masyarakat sebagai kontrol sosial yang mendorong transparansi dan akuntabilitas.

Tanpa kehadiran mereka, ia khawatir bahwa akan ada celah bagi kepala desa atau pejabat lainnya untuk bebas berbuat tanpa ada yang mengawasi.

Berkaca pada pernyataan Menteri Desa tersebut, Taslim merasa bahwa ini menunjukkan ketidaktahuan tentang peran penting kontrol sosial dalam pembangunan bangsa.

Bahkan, ia menyinggung penggunaan kop kementerian yang diduga digunakan untuk memobilisasi kepala desa dalam rangka mendukung calon Bupati tertentu. “Apakah Menteri Desa alergi dengan kontrol sosial?” tanyanya, mempertanyakan motif di balik ucapan sang menteri.

Pernyataan ini tidak hanya mencerminkan ketegangan antara pemerintah dan lembaga kontrol sosial, tetapi juga mengundang pertanyaan besar mengenai kebijakan yang mendorong transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

BACA JUGA  Nah..!!! Soal Bangunan Islamic Center Batang Hari, PTUN Jambi Kuatkan Putusan KIP

Tak pelak, hal ini memicu kontroversi yang berpotensi membelah opini publik.

Artikel ini mengangkat persoalan krusial antara kebebasan pers, kontrol sosial, dan kebijakan pemerintahan yang seringkali menjadi sorotan tajam bagi masyarakat. Diharapkan, semua pihak dapat mengambil pelajaran penting agar komunikasi yang lebih bijaksana dapat terjalin demi kebaikan bersama. (Sarman)

Berita Terkait

Ketua LSM ABA Apresiasi Kapolri, Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas
Pengadaan Seragam Sekolah TA 2025 Jadi Temuan BPK RI Perwakilan Jambi, Kejati Jambi Diminta Periksa Dinas Pendidikan Tanjabtim
Ini Pesan Otto Hasibuan Dalam Agenda Sharing Session dan Diskusi di DPC Peradi Jambi,? Baca Selengkapnya
Ingat..!!! MA dan KY Jatuhkan Sanksi Pemberhentian Tetap kepada Hakim Pelanggar Kode Etik
Nah..!!! Soal Bangunan Islamic Center Batang Hari, PTUN Jambi Kuatkan Putusan KIP
Memanas! Lurah Simpang Sungai Rengas Akan Surati DLH, Jurnalis Sudah Lama Soroti Dugaan Pencemaran Limbah PT MSS
Isu Viral Di Kabupaten Batang Hari, Lahan Cetak Sawah Diduga Tidak Sesuai Dengan Harapan
Dorong Karbon Hijau-Biru, Tanjabtim Susun RPPEG 2025–2054 Berbasis Potensi Gambut

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:59

Haji Uma : Polemik Bendera Harus Segera Diselesaikan dan Usut Tuntas Penembakan di Pulo Kenari

Kamis, 5 November 2026 - 12:28

Wagub Aceh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Selasa, 3 November 2026 - 17:11

Polres Nagan Raya Bersama BNN Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:56

Nazirah Soroti Tantangan Ekonomi Aceh Pasc a-Otsus, Daya Saing UMKM Dinilai Kunci Kemandirian

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:25

Ekonomi Syariah Aceh Jangan Berhenti pada Label, Harus Mampu Menguatkan Rakyat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:52

Kejari Nagan Raya Musnahkan Barang Bukti dari 25 Perkara, Sabu Seberat 862,17 Gram Ikut Dimusnahkan

Rabu, 23 September 2026 - 12:51

Nah..!!! Akuisisi PT BEI Kepada Bbei Group di Desa Mersam Kembali di Soal dan Aktivitas Perusahaan Ikut di Pertanyakan

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:30

Ironis! Gaji Tak Kunjung Cair, Mantan Kepala Desa Pilih Lepas Jabatan dan Hijrah ke Kaltim

Berita Terbaru