https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Peristiwa

Rabu, 4 Juni 2025 - 09:42 WIB

Nah…!!! Belum Ada Klarifikasi Pihak Terkait Soal Rusaknya Bangunan Gedung KRIS RSUD Hamba Muara Bulian

JURNALISHUKUM.COM, BATANGHARI – Sampai hari ini, Rabu (4/6), belum ada klarifikasi terkait dengan Rusaknya Bangunan Gedung Kamar Rawat Inaf Standar (KRIS) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hamba Muara Bulian Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi.

Hal ini pihak Jurnalishukum.com sudah mencoba meminta tqnggapan melalui Via Ponsel WhatsApp, seperti Direktur Utama RSUD Muara Bulian, Kepala Bidang SDA PUTR Batang Hari dan Kepala Bidang di RSUD Hamba Muara Bulian.

Pada pemberitaan sebelumnya, yakni Minggu (1/6) pekan lalu, pihak Komisi I DPRD Batang Hari akan segera turun ke lokasi bangunan. Bahkan, kemungkinan besar pada pekan ini dan pihak anggota Komisi I DPRD Batanghari, terdiri 10 orang anggota turun.

Supriyadi S. Pdi, salah seorang Anggota DPRD Batang Hari melalui Via Ponselnya mengatakan, bahwa dalam waktu dekat ini, sebanyak sepuluh orang yang berada di Komisi I akan turun dan akan melihat bangunan gedung itu.

“Informasi ini sudah di ketahui semua rekan di Komisi I dan insyaallah pekan depan kita akan segera melihat gedung ini, apakah layak di buka atau layak di periksa Aparat Penegak Hukum (APH) di Jambi,” kata Supriadi, Minggu (1/6) lalu.

Menurut dia, seperti melihat kondisi bangunan dari foto berita di media online ini, beberapa bagian ruangan sudah tergenang air hujan dan menyebabkan lantai bangunan sudah mulai rusak. Begitu juga dengan kaca pada dinding bangunan sepertinya mau lepas dan ini bahaya.

“Ya, kalau kondisi gedung yang seperti ini sangat memprihatinkan, sebab gedung ini akan di peruntukkan untuk pasien di KRIS. Tentunya nanti, selain pasien juga ada keluarga pasien yang berkunjung ke gedung ini,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, saat ini banyak masalah yang terjadi di rumah sakit ini. seperti terkait manajemen rumah sakit, seperti ada pemotongan remon atau insentif Aparatur Sipil Negara (ASN) di rumah sakit. Dan ini perlu kita pertanyakan, apakah benar ada isu seperti ini dan berapa KAS rumah sakit Hari ini.

BACA JUGA  Hari Ini Aktivitas PETI di TKD Sungai Ruan Ilir Marosebo Ulu Kembali Beroperasi, Kades : Ya, Itu Adalah Keluarga Saya

“Kalau hak ASN itu adalah untuk luar gaji mereka dan tentunya itu adalah menambahi pendapatan kebutuhan rumah tangga. Kenapa ada pemotongan,” ujarnya.

Perlu untuk kita bersama, bahwa anggaran pembangunan gedung itu adalah Tahun Anggaran (TA) 2024, lebih kurang sebesar Rp4,5 miliar dan menurut dugaan bangunan ini tidak ubah seperti Bangunan Puskesmas Bungku yang bermasalah pada beberapa tahun lalu.

Pantauan jurnalishukum.com, dapat di lihat secara visual pada beberapa bagian konstruksi gedung tersebut sepertinya tidak di kerjakan secara sempurna (Pekerjaan Mayor) dan begitu juga pada pekerjaan minornya, terlihat sana sini tidak sempurna antara lain, atap bocor di beberapa ruangan terlihat genangan air dan lantai sudah mulai berlumut.

“Ya, kami percaya dengan kemapuan APH yang ada di Jambi dan sudah teruji sebagai proses penegakan hukum tindak pidana korupsi pada pembangunan puskesmas bungku. Dan ini Bangunan Gedung KRIS ini sepertinya lebih parah dari Gedung Puskesmas bungku yang bermasalah itu,” kata salah seorang ASN rumah sakit yang enggan namanya disebut.

Berdasarkan penelusuran di website LPSE Pemkab Batang Hari TA 2024, terdapat ada nama paket yakni belanja modal Bangunan Gedung kesehatan dengan jenis pengadaan konstruksi, satuan kerja RSUD Hamba dengan pagu anggaran sebesar Rp4. 454. 260. 000 dan di menangkan oleh CV Paye More Rawang.

Menurut keterangan dari pihak rumah sakit mengatakan, bahwa Gedung yang baru selesai di bangun itu tidak layak untuk di fungsikan, sebab dengan kondisi bangunan yang mulai hancur dan juga termasuk peralatan di dalam gedung tersebut juga belum ada.

“Bagaimana mau di fungsikan dengan keadaan Gedung seperti itu dan kemudian posisi gedung ini terlihat jauh kebelakang dan menurut kabar,, orang-orang di larang masuk melihat bangunan gedung tersebut, apalagi gedung ini sudah banyak yang rusak,” ungkap sumber.

BACA JUGA  Ribuan Wisatawan Padati Pantai Sambolo 1 Anyer, Diantara Wisatawan Keluhkan Tarif Parkir Mahal

Dia juga mengatakan, bahwa terkait dengan proses pembangunan tersebut, seperti Pejabat Pembuat Komitmennya (PPK) adalah dari Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Batang Hari, yaitu saudara Diding dan juga menjabat sebagai Kepala Bidang SDA di instansi tersebut.

“Coba konfirmasi langsung kepada PPK nya terkait bangunan Gedung itu, kenapa bangunannya seperti itu, sedangkan anggarannya besar,” jelasnya.

Hal ini di benarkan oleh Kepala Bagian TU RSUD Hamba Muara Bulian, Syafrudin S.K.M bahwa terkait proses Pekerjaan itu adalah dari Dinas PUTR Batang Hari, yakni Kepala Bidang SDA yang menjadi PPK nya.

“Ya kalau soal bangunan itu saya kurang mengetahui, coba tanyakan langsung kepada yang bersangkutan,” tandasnya. (Tim)

Editor : Heriyanto S.H.,C.L.A

Share :

Baca Juga

Batang Hari

Nah…!!!Aktivitas Angkutan Batubara Di Jambi Kembali Dihentikan Sementara

Peristiwa

Aktivis : Ada BPK RI Perwakilan Jambi di Batanghari

Hukrim

Mantan Sekda Batang Hari HS di Somasi Untuk Kembalikan Tanah Aset Daerah

Hukrim

Viral, Video Penangkapan Sabu di Batanghari Seberat 10 Kg,? Ini Penjelasan Kepala BNNP Jambi

Hukrim

Para Pengusaha Tambang Galian C di Batang Hari Akan di Laporkan Kembali Ke Polda Jambi

Cerita Rakyat

Selain Cemari Lingkungan, Pelabuhan di Desa Pulau Muara Tembesi Diduga Tidak Ada Izin

Pendidikan

Pengadaan Seragam Sekolah Gratis TA 2025 di Dinas Pendidikan Tanjabtim Terus Disoal

Peristiwa

Peristiwa di Polres OKI, Tragedi Padang Bulan Pada Dugaan Salah Tangkap, Begini Ceritanya
error: Content is protected !!