Kadis PUTR Batanghari Tebar Hoax, Terkait Soal Pembangunan Jalan Kabupaten Di Mersam Seorang Anak Laki-Laki Yang Tenggelam Di Sungai Batanghari Semalam Sudah Di Temukan Baru Setahun Di Bangun, Plafon Gedung Puskesmas Luncuk Runtuh Bikin Heboh…!!! Mobil Pejabat Batanghari, Berplat Merah Diduga Isi Minyak Subsidi Nah..!!! Sopir Mobil Grand Max Hangus Terbakar di Jalan Lintas Bongo Jambi

Home / Hukrim

Rabu, 2 November 2022 - 16:45 WIB

Nah…!!!Kejari Tebo Serahkan SKP2 Restoratif Justice Pada Kasus Penadaan Handpone

JURNALISHUKUM.COM, TEBO- Pada Rabu (2/11), Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo, Jambi, kembali menyerahkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) berdasarkan keadilan Restoratif Justice kepada Firman Illahi Bin Akmaruddin seorang penadaan  Handpone diwilayah Hukum Kejari Tebo.

Pantauan dilapangan, terlihat senyuman bahagia terlihat jelas di raut muka Firman Illahi Bin Akmaruddin saat keluar dari Kantor Kejaksaan Negeri Tebo.

Kajari Tebo, Dinar Kripsiaji, SH.Mh, melalui Kasi Intelijen Kejari Tebo, Ari Chandra Pratama mengatakan, bahwa laki-laki ini sebelumnya menjadi tersangka penampung Handphone hasil curian dan disangkakan Pasal 480 Ke-1 KUHPidana. Korbannya adalah Pauzi Bin Ismail.

“Sekarang Firman Illahi telah bebas usai menerima Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) berdasarkan keadilan Restorative Justice dari Kejari Tebo,” kata Ari Chandra Pratama, Rabu.

Menurut dia, SKP2 tersebut diserahkan langsung oleh Kajari Tebo, Dinar Kripsiaji kepada Firman Illahi dan disaksikan oleh jajaran Kejari Tebo.

Bahkan, Firman Illahi merupakan salah satu tersangka yang dibebaskan berkat upaya mediasi atau restorative justice (RJ) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo yang telah disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum.

“Setelah menerima SKP2, otomatis hari ini Firman Illahi bebas dari segala tuntutan,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, SKP2 yang diserahkan sebagai perwujudan kepastian hukum terhadap tersangka Firman Illahi. Pasalnya, perkara terhadap tersangka telah diselesaikan berdasarkan keadilan restoratif.

Dimana, pada penyelesaian perkara secara keadilan restoratif ini dilakukan karena tersangka telah memenuhi syarat yakni tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana.

“Kemudian, tindak pidana hanya diancam dengan pidana denda atau pidana penjara tidak lebih 5 (lima) tahun, dan nilai barang bukti atau kerugian tidak lebih dari Rp 2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah),” paparnya.

BACA JUGA  Nah..!!! Oknum Anggota Ditresnarkoba Polda Jambi Aniaya Seorang Perempuan, Diduga Dihajar Pakai Sendal

Sementara itu, setelah penyerahan SKP2 kepada tersangka, diwaktu dan tempat yang sama juga dilakukan pengembalian barang bukti berupa 1 (satu) unit HP OPPO A12 warna biru tua berikut kotak HP dan 1 unit charger HP OPPO A12 kepada yang berhak, dalam hal ini adalah korban Pauzi Bin Ismail.

“Ya, semua berjalan aman, lancar dan kondusif. Tersangka dan korban sudah saling memaafkan dan pada penyelesaian perkara berdasarkan keadilan restoratif pada Kejari Tebo kali ini merupakan penyelesaian perkara berdasarkan Keadilan Restoratif yang ketiga kalinya,” tandasnya. (*)

Jurnalis Hukum : Heriyanto S.H., C.L.A

Share :

Baca Juga

Hukrim

Wilayah Betara Rawan Lakalantas, Satlantas : Kalau Ngantuk Istirahat

Hukrim

Renovasi Pagar Komplek BBC Muarabulian Batanghari Terkesan Mubazir

Hukrim

Dikeluarkan dari WAG, Seorang Pria Tega Aniaya Korban hingga Tewas

Hukrim

JAM Pembinaan Kejagung RI Lakukan Peninjauan Lahan Lokasi Kejaksaan Agung Di Ibu Kota Negara Nusantara

Hukrim

Janda Anak 5 Di Tahan Di Nisel, Praktisi Hukum Torotodozisokhi Laia SH, Duga Ada Kejanggalan

Hukrim

Nah..!!! AKP Husni Abda S.I.K.,M.H. Jabat Sebagai Kasat Reskrim Polres Batanghari

Hukrim

Nah…!!!Pegawai Dishub Di Terminal Muarabulian Diduga di OTT Polisi

Hukrim

BreakingNews…!!! Ferdi Sambo Lolos dari Hukuman Mati