https://dashboard.mgid.com/user/activate/id/685224/code/68609134aa79c3b5cb0177965d610587
Nah..!!! Ratusan Perangkat Desa Batang Hari Akan Adakan Aksi Solidaritas Tuntut Hak Gaji Luar Biasa..!!!Kejagung RI Sita Uang Ratusan Miliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi LP Kelas IIB Muara Bulian Sediakan Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan Wakapolri Nyatakan, Jurnalis Tidak Bisa Di Jerat UUD ITE Banyak Kabel Udara Tidak Miliki Izin Dan Tidak Melapor ke APJII Jambi,
LBH-LKM Bersipat Sosial dan Kemanusian Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Indonesia. Boleh Konsultasi Hukum Gratis Disini dan KLIK Logo di Bawah Ini Ya..!!!

Home / Cerita Rakyat

Minggu, 18 Juni 2023 - 11:59 WIB

MAKI : Korupsi Itu Ada Di Setiap Tahun Anggaran

Tipikor

Tipikor

JURNALISHUKUM.COM – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Bony Balitong di Palembang mengatakan, maraknya Opini Wajar Dengan Pengecualian menjadi catatan penting Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menindak lanjuti dugaan tindak pidana korupsi.

Pada temuan auditor negara yang tertuang di dalam LHP Keuangan APBD Propinsi, Kabupaten dan Kota menjadi PR besar APH dalam kerangka penindakan pidana korupsi. Hal ini dikatakannya di lansir dari Media Pathner Mediatrapnews.

“Seperti pada dalil–dalil auditor BPK RI pada kelebihan bayar, pemborosan, kurang volume, tidak dapat diyakini dan tidak sesuai kontrak merupakan temuan awal tindak pidana korupsi,” kata Bony Balitong.

Bahkan, pada pengeluaran keuangan negara melalui proses klarifikasi dan penelitian setiap dokumen serta berdasarkan aturan perundangan yang berlaku.

“Jadi tidak ada dalilnya kelebihan bayar, pemborosan, kurang volume dan tidak sesuai kontrak atau speks kontrak apalagi dalil kekurangan volume kalau tidak dengan sengaja,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, apalagi bila opini auditor menyatakan tidak dapat diyakini maka hal itu jelas perbuatan melawan hukum.

“Auditor tidak berhak mengeluarkan dalil–dalil terkait pengeluaran keuangan negara karena bukan ranah ilmu ekonomi dan bila ada uang negara yang keluar diluar peruntukan maka itu adalah kerugian Negara,” paparnya.

Terkait nantinya apakah itu ranah tipikor, pidana umum atau TUN maka itu ranahnya APH bukan auditor yang memutuskan. Dimana korupsi harus di cegah bukan di bela dengan dalil – dalil sesat menyesatkan yang mengaburkan pemalingan uang Negara.

“WTP, WDP ataupun ASDP itu ranah administrasi dan lagi pula pemeriksaan hanya acak bukan keseluruhan sehingga korupsi APBD itu ada disetiap tahun anggaran bila di lakukan pemeriksaan terkait kurang volume, tidak dapat di yakini, kelebihan bayar atau tidak sesuai speks kontrak,” tegasnya.

BACA JUGA  Cagar Budaya Benteng Jepang di Muara Nibung Menjadi Tempat Pembuangan Sampah

Sementara itu, bahwa korupsi itu pasti ada di setiap tahun anggaran dan itu bisa di buktikan dengan metode Crime scientific investigative namun siapa yang akan melakukannya,? Yang melakukannya harus bertanggungjawab. (Ist)

Jurnalis Hukum : Heriyanto S.H.,C.L.A

Share :

Baca Juga

Cerita Rakyat

Alvin Lim, Sosok yang Berani Melawan Ketidakadilan Hukum di Negeri Ini

Cerita Rakyat

Diduga PT SPS 2 di Nagan Raya Kebal Hukum Lupa Kewajiban dan Peraturan UU CSR

Cerita Rakyat

Uang Iuran BPJS Kesehatan Da’i dan Guru PAMI di Batanghari Bikin Heboh

Cerita Rakyat

Nah..!!! Kadis PUTR Batang Hari Punya Harta Kekayaan Fantastis

Cerita Rakyat

Pers Diharapkan Lebih Profesional dalam Menjalankan Tugas Jurnalistik

Cerita Rakyat

Sambut Tahun Baru Islam, Persatuan Pemuda Pall Sebelas Singkawang Kembali Gelar Pawai Obor

Cerita Rakyat

Hari Ulang Tahun Kerukunan Keluarga Bone Wajo (KKBW) Teluk Bintuni Yang Ke-2 Tahun

Cerita Rakyat

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Kabupaten Tangerang Kecamatan kresek
error: Content is protected !!