Kadis PUTR Batanghari Tebar Hoax, Terkait Soal Pembangunan Jalan Kabupaten Di Mersam Seorang Anak Laki-Laki Yang Tenggelam Di Sungai Batanghari Semalam Sudah Di Temukan Baru Setahun Di Bangun, Plafon Gedung Puskesmas Luncuk Runtuh Bikin Heboh…!!! Mobil Pejabat Batanghari, Berplat Merah Diduga Isi Minyak Subsidi Nah..!!! Sopir Mobil Grand Max Hangus Terbakar di Jalan Lintas Bongo Jambi

Home / Hukrim / Tanjabbar

Kamis, 9 Februari 2023 - 09:34 WIB

Kasus TPPO di Tanjabar Masih dalam Penyidikan, Kedua Korban Dibawa ke Alyatama Jambi

JURNALISHUKUM.COM, TANJUNG JABUNG BARAT- Keluarga korban membawa anak dan ponakkannya ke Sentra Alyatama Jambi bersama Dinas Sosial dan pendamping kedua korban kasus Tindak Pidana Pergadangan Orang (TPPO) anak di bawah umur untuk penanganan dari segi kesehatan, mental maupun psikologisnya.

“Kita membawa kedua anak korban TPPO ini ke Sentra Alyatama Jambi agar untuk pemeriksaan kesehatan, psikologis dan penanganan pasca trauma. Kita mendapatkan cerita dari kedua korban, bahwa mereka dipaksa untuk melayani, dipukuli supaya disini mendapat informasi yang akurat ke depannya,” kata Ketua TRC PPA Tanjab Barat sekaligus pendamping kedua korban, Yuliawati, Rabu (08/02/2023).

Menurut cerita korban, bahwa mereka berdua dibawa sama temannya sendiri lalu dikenali oleh 2 orang laki-laki. Lalu, korban disekap di rumah kosong yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kemudian, kedua korban pun dipaksa dengan pelaku harus melayani 2 laki-laki yang tidak dikenalnya untuk melakukan hubungan seksual.

“Kalau korban tidak menurutinya, mereka akan dapat kekerasan fisik yang dilakukan oleh pelaku,” jelas pendamping korban saat korban menceritakan apa yang dialaminya.

Terkait kasus TPPO ini, Kepolisian Resort (Polres) Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) masih dalam penyelidikan. Kami masih menunggu hasil dari pihak kepolisian, maka kedua korban kita bawa ke Sentra Alyatama Jambi untuk melakukan pengamanan.

“Karena kita mendapatkan informasi dari keluhan keluarga, bahwa adanya rasa tidak aman untuk anaknya. Maka kita percayaan di Alyatama untuk penangganannya,” ungkap Yuliawati.

Sementara itu, Kepala Sentra Alyatama Jambi, Viking Rizarta menyampaikan saat ini kedua korban sudah dalam penyelamatan tahap awal mungkin kita anggap bahwa korban membutuhkan perlindungan. Bahwa, kita khawatirkan takutnya korban nanti mendapatkan tekanan dari pihak lain.

BACA JUGA  Kajari Batanghari Abaikan Intruksi Kajagung Terkait Kasus Sitaan Aset PT Delima

“Terkait untuk di tahap awal ini, kita akan mendampingi korban dari pekerja sosial di sini untuk menggali informasi maupun akan adanya pemeriksaan kesehatan dari perawat dan dokter maupun tim psikolog dan psikiater. Nanti juga ada bimbingan mental, maupun keagamaan selama di sini,” jelas Viking.

Selain mendapatkan pelayanan-pelayanan yang sifatnya psikologis, maupun mental anaknya. Kita lihat juga dari anaknya tersebut apakah mempunyai minat dan bakat untuk berwirausaha ini akan digali terus ke depannya.

“Ini juga kita akan berikan keterampilan yang bidang diminati nantinya,” sebutnya.

Untuk keluhan diawal, kita belum bisa pastikan apa yang sedang dihadapi oleh korban terkait kasusnya. Kalau dilihat tadi, keduanya pusing. Mungkin, ini karena perjalanan yang jauh dari Tungkal ke Jambi. Ini nanti akan dipastikan dengan pemeriksaan oleh dokter.

Jurnalis: Mubarak Tjb

Share :

Baca Juga

Hukrim

Nah…!!!Kejagung RI Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Impor Garam Industri

Tanjabbar

Honorer dan Guru di Tanjab Barat Datangi DPRD Tuntut Pemerintah Buka PPPK

Hukrim

Viral…!!!Pembangunan Jalan Pulau Raman- Kaos Batanghari TA 2022 Sudah Rusak

Hukrim

Nah…!!!Sidang Banding Ferdy Sambo DKK Akan di Bacakan Hari Rabu Secara Terbuka

Tanjabbar

Jelang Porprov 2023, Faji Tanjab Barat Gelar Latihan di Seputaran WFC dan Pelabuhan Marina Batam

Hukrim

Yunsak El Halcon Pakai Rompi Tahanan Pink dari Kejati Jambi

Hukrim

Nah…!!!Satreskrim Polsek Tembesi Berhasil Tangkap Pelaku Pencabulan

Hukrim

Renovasi Pagar Komplek BBC Muarabulian Batanghari Terkesan Mubazir