Kadis PUTR Batanghari Tebar Hoax, Terkait Soal Pembangunan Jalan Kabupaten Di Mersam Seorang Anak Laki-Laki Yang Tenggelam Di Sungai Batanghari Semalam Sudah Di Temukan Baru Setahun Di Bangun, Plafon Gedung Puskesmas Luncuk Runtuh Bikin Heboh…!!! Mobil Pejabat Batanghari, Berplat Merah Diduga Isi Minyak Subsidi Nah..!!! Sopir Mobil Grand Max Hangus Terbakar di Jalan Lintas Bongo Jambi

Home / Nasional

Senin, 24 Oktober 2022 - 09:12 WIB

Guru Besar Farmakologi UGM: Fomepizole Bukan Obat Gagal Ginjal Akut

JURNALISHUKUM.COM, JAKARTA – Guru Besar Farmakologi dan Farmasi Klinik UGM Zullies Ikawati menyebut antidotum merek Fomepizole yang hendak didatangkan Kemenkes dari Singapura kurang tepat disebut sebagai obat untuk penyakit gagal ginjal akut.
“Sebetulnya tepatnya bukan obat gagal ginjal akut, karena kalau gagal ginjal sendiri mungkin sulit untuk mengatasinya,” kata Zullies dalam Webinar ‘Kupas Tuntas Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak dan Dugaan Sirup Obat Sebagai Penyebabnya’, akhir pekan lalu.

Zullies mengatakan Fomepizole lebih sebagai penawar intoksikasi dari kandungan Etilen Glikol (EG) yang sejauh ini bersama Dietilen Glikol (DEG) telah ditengarai menjadi penyebab gagal ginjal akut ini.

“Sebetulnya (Fomepizole) adalah seperti penawarnya gitu. Dalam hal ini terkait dengan intoksikasi Etilen Glikol,” lanjutnya.

Kedua senyawa itu bukan merupakan bahan campuran obat melainkan cemaran atau kontaminan dari zat pelarut obat sirop. Dalam industri farmasi dikenal ada empat macam zat pelarut yakni, polietilen glikol, propilen glikol, gliserin dan sorbitol.

Fomepizole digunakan untuk menghambat enzim Alcohol dehydrogenasef dan dipakai dalam mengatasi keracunan methanol. Pemberian dosis awal 15 mg/kg berat badan (BB) dilakukan lewat infus selama kurang lebih 30 menit.

“Harus diberikan dalam waktu cepat karena memang kalau sudah terlalu lama itu ya terlanjur jadi metabolitnya. Makanya enggak boleh kalau lewat dari 24 jam sebetulnya kalau mau efektif, karena memang kerjanya di awal yaitu menghambat enzim alcohol dehydrogenase,” paparnya.

Dosis selanjutnya yang diberikan adalah 10 mg/kg BB per 12 jam selama 48 jam. Lalu 15 mg/kg BB per 12 jam. Prosedur pemberian Fomepizole, menurut Zullis, akan berbeda bagi pasien yang sudah harus menjalani hemodialisa atau cuci darah.

BACA JUGA  BPK-RI Perwakilan Jambi di Minta Periksa Seluruh Bangunan DAK di Dinas PDK Dan Dinas Kesehatan Batanghari

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menyebut pemerintah akan mendatangkan Fomepizole dari Singapura untuk mengobati pasien gagal ginjal akut di Indonesia.

Pemerintah bakal mendatangkan obat antidotum dengan merek fomepizole dari Singapura sebanyak 200 vial untuk mengobati pasien gagal ginjal akut. Harga satu vial berkisar Rp16 juta.

Budi mengatakan obat itu akan didatangkan usai pihaknya menganalisis penyebab gagal ginjal akut, yakin toksin bukan patogen.

“Begitu kita tahu penyebabnya apa, toksinnya apa kita mencari obatnya apa. Sudah ketemu, namanya Fomepizole di Indonesia belum ada. Kita ambil dari Singapura,” kata Budi dalam konferensi pers, Jumat (21/10).

Budi menyatakan Kemenkes sudah mendatangkan obat untuk 10 pasien penderita gagal ginjal akut di RSCM. Hasilnya, kondisi anak-anak itu membaik dan menjadi lebih stabil.

Jurnalis Hukum : Nurlela/Sumber CNN Indonesia

Penanggungjawab : Heriyanto S.H.,C.L.A

 

Share :

Baca Juga

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

Nasional

Saran Menkes untuk Obat Alternatif ke Anak Selain Sirop

Cerita Rakyat

Viral…!!!Wanita Cantik Di Jabar Ini Jadi Kades Paling Muda

Nasional

Kesaksian ASN soal Sumber Api Kebakaran Balai Kota Bandung

Nasional

Ini Daftar Tokoh Ikut Aksi Bela Palestina di Monas

Nasional

Soal PNS Daftar Sekretariat PPS,? Ini Kata Kadis Pemkab Singkil

Nasional

Jelang Sarasehan Nasional 25 Tahun IJTI, Pengurus Pusat Sampaikan Gagasan Jurnalisme Positif Pada Menkopolhukam

Nasional

Muncul Boikot Lesti Kejora dari TV Nasional Usai Cabut Laporan

Nasional

Keprihatinan Terhadap Bangsa Dan Hancurnya Tatanan Demokrasi : Puluhan Advokat Jambi Bersatu Gelar Aksi