Kadis PUTR Batanghari Tebar Hoax, Terkait Soal Pembangunan Jalan Kabupaten Di Mersam Seorang Anak Laki-Laki Yang Tenggelam Di Sungai Batanghari Semalam Sudah Di Temukan Baru Setahun Di Bangun, Plafon Gedung Puskesmas Luncuk Runtuh Bikin Heboh…!!! Mobil Pejabat Batanghari, Berplat Merah Diduga Isi Minyak Subsidi Nah..!!! Sopir Mobil Grand Max Hangus Terbakar di Jalan Lintas Bongo Jambi

Home / Hukrim / Nasional / Peristiwa

Minggu, 16 Oktober 2022 - 11:03 WIB

Dua Perusahaan Tambang Batubara Di Tebo Digugat

JURNALISHUKUM.COM, TEBO – Dua perusahaan Pertambangan Batubara di Desa Mengupeh, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, yakni PT Daya Bambu Sejahtera (DBS) dan PT Madya Utama Lima (MULI) digugat sejumlah warga terkait dugaan penyerobotan lahan. Dimana kedua perusahaan tersebut seperti PT. Daya Bambu Sejahtera (DBS)  sebagai tergugat 1 dan PT. Madya Utama Lima (MULI) sebagai tergugat II.

“Agenda persidangan pada Selasa (18/10) besok merupakan sidang keterangan Saksi dari Penggugat,” kata Ryan Mirza Valiandra, Minggu.

Dia mengatakan, dalam gugatan yang dilakukan kepada kedua perusahaan tersebut pada Fakta persidangan tahap mediasi beberapa waktu lalu, diantara pihak perusahaan ini sudah mengakui dan ingin mengantikan lahan warga yang sudah mereka serobot. Namun, untuk isi dari lahan tersebut, seperti batubara yang sudah ambil, mereka tidak mau menggantikan dari isi dari lahan itu.

“Klien kita juga meminta isi yang sudah diambil, selama ini. Bukan lahan saja yang mau mereka gantikan kepada klien kita,” ujarnya.

Belum lama ini, dia juga menjelaskan,  selain menggugat perusahaan, sejumlah warga ini juga menggugat Hj. Masado atau yang merupakan sebagai tergugat III yang dianggap telah bersekongkol melawan hukum dengan dua perusahaan tambang batubara untuk melaksanakan aktivitas pertambangan.

Selaku kuasa hukum pihak penggugat menyampaikan bahwa bidang tanah seluas 2,5 hektare yang diserobot 2 perusahaan itu adalah milik kliennya. Bahkan, lahan yang diserobot itu sudah dikuasai kliennya sejak tahun 1994 silam.

“Tapi kenapa 2 perusahaan ini malah bekerjasama dengan tergugat III yaitu Hj. Masado yang tidak ada kaitan hukum antara mereka bertiga. Sementara, klien kita sudah melakukan pancah tebang dan penanaman karet hingga mendapatkan hasil,” sebut Ryan, saat di wawancarai wartawan dihalaman kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Tebo.

BACA JUGA  Diduga Belum Kantongi Izin, PT LIS Dipanggil Sekda Batanghari

“Kita masih bersih kukuh, karena kliennya mempunyai banyak saksi yang siap bersuara bahwa lahan yang digarap perusahaan itu milik klien kami,” jelas Ryan lagi.

Ryan juga mengaku bahwa kliennya selama penguasaan lahan sejak puluhan tahun itu tidak pernah ada gangguan maupun pihak lain yang mengklaim tanah itu termasuk tergugat III Hj. Masadoh.

“Belum ada penyelesaian antara klien kita dengan Hj. Masado, tapi kenapa PT. DBS dan PT. MULI ini masih menggarapnya,” sesalnya.

Untuk diketahui bahwa dua perusahaan yang bergerak di bidang tambang Batubara ini sudah beroperasi sejak awal tahun 2021 ini, dan hingga saat ini pihak perusahaan sama sekali tidak pernah melakukan ganti rugi dan perusahaan ini malah bekerjasama dengan Hj. Masado.

Sementara, terkait dugaan penyerobotan lahan warga Desa Mengupeh ini, pihak tergugat belum berani memberikan keterangan terkait hasil mediasi dengan pihak penggugat, bahkan terkesan bungkam.

Jurnalis Hukum : Syahreddy

Penanggungjawab : Heriyanto S.H.,C.L.A

Share :

Baca Juga

Hukrim

Hebat..!!! Kades Lubuk Ruso Pemayung Batanghari Keluarkan SK Pembatalan Sporadik Tanah Sepihak

Hukrim

Berantas Narkoba di Tebo : Polisi Tangkap 2 Pengedar Sabu

Hukrim

Nah..!!! Truk BBM Diduga Bawa Minyak Ilegal Terguling di Jalan Lintas Tanjab Barat 

Peristiwa

Nah..!!! Puluhan Rumah Ludes Terbakar Di Kuala Tungkat Tanjab Barat

Peristiwa

Lakalantas di Betara Tanjab Barat, Mahasiswi STAIA Meninggal di Tempat

Peristiwa

PWI Tanjabbar Kecam Aksi Serangan Israel Tewaskan Puluhan Wartawan, Hengki: Tak Berperikemanusiaan

Hukrim

Soal Dugaan Kenaikan Anggaran Program Literasi, Kadis PdK Batanghari Bungkam

Peristiwa

Nah…!!! Selain Bawa Nama Bupati Batanghari, Pembelian Tanah RTH di Mersam Ada Fee